Dari Jawa Timur hingga Jawa Barat, PGN Siapkan Jalur CO₂ Demi Masa Depan Hijau 
Wiwit Purwanto May 25, 2026 05:32 PM


SURYA.CO.ID - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mempertegas langkah menuju energi bersih melalui pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS).

Kolaborasi strategis lintas BUMN ini menjadi bagian penting dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia.

Komitmen tersebut diwujudkan lewat penandatanganan Joint Study Agreement (JSA) pada ajang IPA Convex 2026 bersama Holding Migas PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), dan PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk pengembangan amonia rendah karbon atau blue ammonia di Indonesia.

PGN Ambil Peran Strategis Transportasi CO₂

Melalui kerja sama ini, seluruh pihak akan melakukan studi komprehensif yang mencakup aspek teknis, legal, ekonomi, hingga komersial terkait pengembangan ekosistem CCS.

Sinergi tersebut difokuskan pada pembangunan rantai pasok amonia rendah karbon yang efisien dan berkelanjutan, mulai dari proses penangkapan emisi karbon, transportasi CO₂, hingga injeksi CO₂ ke formasi geologi bawah tanah yang aman.

Baca juga: PGN Perkuat Resiliensi dan Infrastruktur untuk Ketahanan Energi Nasional

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, Hery Murahmanta, mengatakan PGN memiliki peran penting sebagai penyedia transportasi CO₂ dalam proyek tersebut.

“Dalam kerja sama CCS ini, PGN mengambil peran sebagai penyedia transportasi CO₂. Langkah ini merupakan salah satu pilar penting dalam strategi step out PGN untuk memperluas portofolio bisnis ke ranah energi bersih dan dekarbonisasi,” kata Hery Murahmanta, Senin (25/5/2026).

Untuk mendukung inisiatif tersebut, PGN akan mengoptimalkan aset dan sumber daya yang dimiliki, termasuk infrastruktur gas bumi eksisting serta kapabilitas pengembangan jaringan pipa.

Salah satu strategi utama yang dikedepankan adalah pemanfaatan right of way (ROW) jalur pipa gas bumi yang sudah ada guna mendukung pengembangan jaringan transportasi CO₂.

“Kerja sama ini merupakan wujud nyata PGN dalam mengintegrasikan infrastruktur gas bumi dengan teknologi masa depan guna menekan emisi karbon. Pemanfaatan ROW jalur pipa eksisting akan mempercepat integrasi ekosistem CCS secara efisien, sekaligus menegaskan peran kami sebagai transporter utama CO₂ ke depan,” jelas Hery.

Baca juga: PGN Kembali Raih ISO 55001, Operasional Gas Bumi Makin Aman dan Efisien 

Fokus Pengembangan di Jawa Barat dan Jawa Timur

Studi bersama tersebut juga akan memetakan wilayah strategis yang memiliki potensi besar dalam pengembangan ekosistem CCS dan produksi amonia rendah karbon.

Tahap awal koridor studi difokuskan di Jawa Barat dan Jawa Timur yang memiliki klaster industri dengan kebutuhan energi tinggi.

Selain itu, para pihak turut mengkaji potensi wilayah lain yang dinilai strategis dari sisi infrastruktur maupun keekonomian proyek.

Kolaborasi antara Pertamina Group dan Pupuk Indonesia diharapkan menjadi pionir pengembangan CCS di Indonesia.

Sinergi ini memadukan kompetensi sektor hulu dari PHE, kekuatan infrastruktur PGN, serta kapabilitas industri pupuk dan amonia milik Pupuk Indonesia.

Melalui pengembangan tersebut, proyek CCS tidak hanya diarahkan untuk mendukung dekarbonisasi industri, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi baru sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional yang lebih ramah lingkungan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.