Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Public Safety Center (PSC) Dinas Kesehatan Kota Bandung menangani ratusan korban kejadian kedaruratan di sejumlah titik Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara pada 23-24 Mei 2026.
Kejadian kedaruratan yang ditangani PSC tersebut di antaranya kecelakaan lalu lintas, kekerasan, tawuran, dan bobotoh pingsan terutama saat menyambut rombongan pemain Persib Bandung di Jalan Asia Afrika.
Kepala Public Safety Center (PSC) Dinas Kesehatan Kota Bandung, Eka Anugrah mengatakan, selama dua hari konvoi Persib Bandung juara tersebut pihaknya sudah menangani 241 korban kejadian kedaruratan.
"Hari pertama itu kebanyakan kasus kecelakaan lalu lintas, yang pasca Persib bertanding itu. Ada di sekitar area Pasupati dan sekitarnya, kemudian Dago," ujarnya saat dihubungi, Senin (25/5/2026).
Sedangkan pada hari kedua atau saat konvoi resmi, kata dia, kebanyakan PSC Dinas Kesehatan Kota Bandung menangani bobotoh pingsan, kelelahan, dan sesak napas akibat berdesakan.
Baca juga: 60 Bobotoh Pingsan akibat Berdesakan saat Konvoi Persib Bandung di Asia Afrika, 2 Orang Dirujuk
"Kalau khusus hari kemarin kita menangani 140 kejadian kedaruratan. Kemudian hari pertama itu ada korban kerusuhan sampai kita bawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin," kata Eka.
Selain itu, pihaknya menangani korban yang terkena serangan jantung, namun karena yang bersangkutan memiliki obat yang biasa diminum, tidak sempat dibawa ke rumah sakit hingga akhirnya dia bisa melanjutkan aktivitasnya seperti biasa.
"Untuk penanganan tidak hanya Dinas Kesehatan, tapi ada Puskesmas, rumah sakit, PMI dan relawan-relawan yang lain gitu. Jadi, kami PSC di situ ditugaskan sebagai, tim komando lapangannya," ucapnya.
Sebelumnya, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, selama dua hari konvoi Persib juara itu pihaknya menerima laporan ada 122 korban kecelakaan dan dua korban kekerasan.
"Satu korban kekerasan itu warga Cibiru ditemukan tewas usia 21 tahun. Kemudian satu lagi di Cisaranten Kidul, itu sedang diidentifikasi pelakunya, korbannya warga setempat," ujar Farhan.
Setelah konvoi yang kedua, pihaknya kembali menerima laporan adanya korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas yang diduga akibat mengonsumsi minuman keras (miras).
"Semalam itu ditemukan lagi korban wafat yang kedua, kecelakaan lalu lintas karena minuman keras lagi. Kami bahkan menemukan sampah botol minuman keras itu dua malam ini sampai satu mobil pick up," katanya.
Baca juga: Pemain Persib Bandung Trauma Konvoi, Batal Hadir di Kolam Umuh Muchtar, WHU: Banyak yang Hilang HP
Dengan adanya kejadian ini, pihaknya akan bekerja sama dengan kepolisian untuk melakukan razia minuman keras habis-habisan, karena dampaknya cukup parah.