Kemenhaj Ingatkan Jemaah Soal Larangan Selama Berihram saat Puncak Haji
Malvyandie Haryadi May 25, 2026 10:25 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia untuk mematuhi ketentuan selama berihram menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan jemaah diminta mengikuti jadwal pergerakan yang telah ditetapkan dan tidak bergerak sendiri tanpa pendampingan petugas.

"Kami menghimbau seluruh jemaah untuk benar mengikuti jadwal yang telah ditentukan dan tidak bergerak sendiri, tidak mendahului rombongan, dan selalu mematuhi arahan petugas kloter serta pembimbing ibadah," kata Maria dalam konferensi pers virtual, Senin (25/5/2026).

Maria mengatakan proses keberangkatan tahap pertama menuju Armuzna telah dimulai dan berjalan lancar.

Dirinya mengingatkan sejumlah larangan selama berihram yang wajib dipatuhi jemaah. 

Larangan jemaah laki-laki meliputi penggunaan pakaian berjahit yang membentuk anggota tubuh, menutup kepala dengan peci atau sorban yang melekat, serta memakai alas kaki yang menutup mata kaki dan tumit.

Sementara jemaah perempuan dilarang menutup wajah dengan cadar dan menggunakan sarung tangan selama dalam keadaan ihram.

"Seluruh jemaah juga dilarang memotong kuku, mencabut rambut atau bulu badan, memakai wangi-wangian setelah niat ihram, berburu atau membunuh hewan, menikah atau menikahkan, serta melakukan hubungan suami istri selama masa ihram," ujarnya.

Maria juga mengimbau jemaah menjaga lisan dan perilaku selama menjalankan ibadah haji. 

Jemaah diminta menghindari pertengkaran, ucapan kotor, maupun tindakan yang dapat mengurangi kekhusyukan ibadah.

Selain itu, Maria mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik selama fase Armuzna yang membutuhkan stamina tinggi dan mobilisasi padat.

"Istirahat yang cukup tentunya dengan konsumsi makanan secara teratur, perbanyak minum air putih dan menghindari aktivitas yang menguras tenaga di luar kebutuhan ibadah," kata Maria.

Ia juga meminta jemaah menggunakan payung, masker, dan alas kaki yang nyaman untuk mengurangi risiko kelelahan serta paparan cuaca panas di Arab Saudi.

Bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu, Maria mengingatkan agar selalu membawa obat pribadi dan segera melapor kepada petugas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti lemas, pusing, sesak napas, atau gangguan kesehatan lainnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.