BOLASPORT.COM - Pesta perayaan juara Persib Bandung diwarnai kejadian tak menyenangkan karena sebanyak 60 bobotoh pingsan dan dua orang dilarikan ke Rumah Sakit (RS), pada Minggu (24/5/2026).
Persib Bandung memang merayakan gelar juara Super League 2025/2026 dengan konvoi di Kota Bandung pada Minggu (24/5/2026).
Konvoi hattrick juara Persib ini dilakukan dari pagi hingga sore hari dan ribuan bobotoh ikut meramaikan diberbagai sudut kota.
Namun, yang menjadi sorotan saat Persib melakukan konvoi di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu (24/5/2026).
Dalam konvoi tersebut sebanyak ribuan bobotoh terlihat memenuhi kawasan Asia Afrika dan situasi ini diwarnai kejadian memilukan.
Pasalnya, puluhan bobotoh terlihat pingsan dan harus dievakuasi, sehingga petugas gabungan bahkan membuka jalur darurat.
Public Safety Center (PSC) Dinas Kesehatan Kota Bandung menangani puluhan bobotoh yang pingsan.
Pasalnya, saat puluhan bobotoh pingsan ini harus diangkat melintasi pagar pembatas polisi dan langsung dibawa ke Posko Kesehatan yang disediakan di sekitar jembatan penyebrangan orang (JPO) Asia Afrika.
Kepala PSC Dinas Kesehatan Kota Bandung, Eka Anugrah, mengatakan bahwa memang ada 60 orang yang pingsan.
"Terkait bobotoh yang kemarin pinsan kurang lebih ada 60 orang, kebanyakan karena mungkin belum sarapan," ujar Eka Anugrah sebagaimana dikutip BolaSport.com dari Tribun Jabar, Senin (25/5/2026).
Selain itu, Eka mengatakan bahwa ini juga diperparah dengan cuaca panas di Bandung.
Apalagi bobotoh juga berdesakan datang dan cuaca panas, sehingga tak sedikit yang pingsan.
"Jadi seperti yang tadi saya sampaikan 60 orang itu paling banyak ditangani di posko kesehatan Jalan Cikapundung karena kan disitu titik finish," ucapnya.
Menurutnya, sebanyak 60 orang pingsan ini karena memang banyak yang ingin keluar dari kerumunan.
Akan tetapi, situasinya tak mudah, karena saat ada yang ingin keluar dari kerumunan bobotoh, ada juga yang baru datang ke sekitar JPO.
Untuk itu, lautan bobotoh sangat padat di Jalan Asia Afrika, sehingga situasi ini yang membuat ada pingsan.
"Jadi ada yang pengen di situ dan ada bobotoh yang baru datang, di sisi lain ada yang mau keluar, kayak gitu. Makanya di adu dan berdesak-desakan di situ," kata Eka Anugrah.
Namun, tidak lama bobotoh yang pingsan ini tentu saja langsung dievakuasi dan ditangani di posko sesuai dengan tata laksana penanganan korban pingsan.
Untuk itu, setelah dilakukan penanganan korban, mereka sadar dan bisa melakukan aktivitas seperti biasa.
Selain itu, ia juga mengatakan bahwa ada dua orang yang dilarikan ke rumah sakit karena tanda vitalnya kurang bagus.
Dengan harapan dua orang ini bisa mendapat penanganan khusus di rumah sakit, sehingga langsung dirujuk.
"Nggak lama juga bobotoh yang pingsan itu kembali bisa sadar dan melanjutkan aktivitas. Dari sekian banyak yang pingsan, yang dirujuk hanya ada dua orang," tuturnya.