​Tak Hanya Kejar Kesembuhan Fisik, Pengobatan Kanker Modern Kini Sasar Kualitas Hidup Pasien
Citra Narada Putri May 25, 2026 11:34 PM

Nova.id - Di balik perjuangan seorang pasien melawan kanker, ada ekosistem medis yang terus berbenah demi memberikan harapan baru dan kualitas hidup yang lebih baik.

Memahami bahwa kesembuhan membutuhkan sinergi global dan pendekatan yang memanusiakan pasien, MRCCC Siloam Semanggi kembali menggelar The 6th Siloam Oncology Summit 2026 pada 22–24 Mei 2026 di Jakarta.

Melalui gelaran internasional ini, rumah sakit rujukan kanker terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara tersebut memperkuat komitmennya dalam menghadirkan perawatan onkologi berstandar dunia.

Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menjalin kemitraan erat dengan institusi global ternama, The University of Texas MD Anderson Cancer Center (UT MD Anderson), guna membawa standar penanganan medis terbaik ke tanah air.

Chief Executive Officer Siloam International Hospitals, Caroline Riady, menyampaikan bahwa Siloam Oncology Summit merupakan bagian dari komitmen Siloam International Hospitals dalam memperkuat kualitas layanan kanker di Indonesia.

“Siloam International Hospitals percaya bahwa kualitas layanan kanker tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan fasilitas, tetapi juga oleh kesiapan dan kompetensi tenaga kesehatannya. Karena itu, kami berkomitmen memperkuat kapabilitas klinis melalui pembelajaran berkelanjutan, kolaborasi lintas disiplin, dan koneksi dengan komunitas medis global. Melalui Siloam Oncology Summit 2026, kami ingin berkontribusi dalam mendorong standar penanganan kanker yang lebih maju agar pasien di Indonesia dan Asia Tenggara dapat memperoleh layanan kanker berstandar internasional,” ujar Caroline Riady.

Bagi perempuan, kenyamanan dan ketenangan pikiran selama masa pengobatan adalah hal yang sangat esensial. Perkembangan dunia kedokteran saat ini tidak lagi hanya fokus pada kesembuhan fisik semata, melainkan juga kenyamanan pasien selama menjalani prosesnya.

Hal inilah yang mendasari pentingnya inovasi seperti precision oncology (onkologi presisi).

Executive Director MRCCC Siloam Semanggi, dr. Edy Gunawan, MARS, menambahkan bahwa perkembangan ilmu onkologi, termasuk precision oncology, menuntut kesiapan tenaga kesehatan dalam memahami pendekatan terapi yang semakin personal, berbasis biomarker, dan didukung teknologi diagnostik yang terus berkembang.

“MRCCC Siloam Semanggi percaya bahwa pengembangan layanan kanker yang berkualitas membutuhkan pembelajaran berkelanjutan, adopsi teknologi, dan sinergi berbagai disiplin ilmu agar penanganan kanker di Indonesia dapat terus berkembang. Perkembangan terapi kanker modern tidak hanya berfokus pada peningkatan survival pasien, tetapi juga kualitas hidup melalui pendekatan terapi yang lebih personal dan minim efek samping,” ujarnya.

Melalui forum ilmiah ini, MRCCC Siloam Semanggi tidak sekadar bertukar ilmu, melainkan aktif mendukung Cetak Biru Rencana Kanker Nasional. Langkah ini diwujudkan melalui peningkatan keahlian para tenaga medis, penguatan riset klinis, dan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ekosistem perawatan yang tulus terintegrasi dan berpusat pada kebutuhan pasien.

Salah satu agenda yang mencuri perhatian dalam rangkaian simposium ini adalah workshop bertema Oncology Pharmacy yang digelar pada Sabtu, 23 Mei 2026. Sesi ini mengupas peran krusial apoteker khusus kanker yang kini menjadi sandaran penting dalam memastikan efektivitas pengobatan.

Menurut Shauna S Choi, PharmD, BCOP, Director Pharmacy Cancer Network Programs dari UT MD Anderson, profesi apoteker onkologi kini telah bertransformasi jauh demi keselamatan pasien.

“Jika dahulu apoteker lebih dikenal sebagai pihak yang menyiapkan obat kemoterapi, kini mereka terlibat langsung dalam pelayanan pasien, pengelolaan terapi, hingga menjaga keselamatan pasien kanker,” ujar Shauna.

Dalam pemaparannya, Shauna membagikan pengalaman di Amerika Serikat mengenai jenjang karier dan kompetensi ketat yang harus ditempuh seorang apoteker agar dapat diakui sebagai spesialis onkologi.

“Untuk menjadi apoteker onkologi klinis, dibutuhkan pendidikan dan pelatihan khusus, mulai dari gelar PharmD hingga program residensi dan sertifikasi seperti BCOP (Board Certified Oncology Pharmacist). Kompetensi ini diperlukan karena terapi kanker memiliki tingkat kompleksitas dan risiko yang tinggi,” paparnya kemudian.

Di ranah praktis, para apoteker spesialis di AS ini mendampingi pasien secara menyeluruh. Mulai dari menelaah kecocokan dosis obat, memantau dampak efek samping yang dirasakan pasien, memberikan edukasi yang menenangkan bagi keluarga, hingga membantu mencarikan solusi akses untuk obat-obatan kanker yang cenderung langka dan bernilai tinggi.

Saat pasien harus menjalani rawat inap, apoteker ikut serta mengunjungi bangsal bersama dokter untuk memantau perkembangan laboratorium. Sementara pada pasien rawat jalan, mereka menjadi pengingat setia yang memantau kepatuhan konsumsi obat serta meminimalkan risiko toksisitas.

Komitmen tinggi terhadap keselamatan ini didukung oleh sistem Pharmacy Quality Assurance serta penerapan budaya kerja tanggap risiko (High Reliability Organization) di UT MD Anderson, di mana setiap staf didorong untuk saling menjaga dan melaporkan potensi kekeliruan sekecil apa pun demi kebaikan pasien.

“Apoteker onkologi kini menjadi bagian penting dalam tim multidisiplin kanker. Peran mereka tidak hanya memastikan obat diberikan dengan benar, tetapi juga menjaga mutu pelayanan dan keselamatan pasien di tengah semakin kompleksnya terapi kanker modern,” pungkas Shauna.

Kondisi serupa kini tengah diakselerasi di dalam negeri. Konsep pengobatan yang disesuaikan dengan profil genetik pasien (precision medicine) telah diimplementasikan demi memberikan efikasi terbaik bagi pasien di Indonesia.

Hal senada diungkapkan oleh apt. Yovita Diane Titiesari, S.Farm., M.Sc, Head Pharmacy Services Dept., MRCCC Siloam Semanggi, bahwa precision medicine bukan lagi konsep masa depan, tetapi sudah menjadi realitas klinis di Indonesia. Dalam era ini, apoteker memiliki peran yang semakin strategis, mulai dari memastikan keamanan terapi, mengelola efek samping, meningkatkan kepatuhan pasien, membantu akses obat, hingga menjadi bagian penting dalam tim multidisiplin kanker

“Tujuan utama precision medicine bukan hanya tentang teknologi canggih atau pemeriksaan genomik mahal, tetapi memastikan pasien yang tepat mendapatkan obat yang tepat dengan aman. Dan dalam proses tersebut, apoteker memegang peranan yang sangat penting sebagai jembatan antara data molekuler dan pelayanan pasien secara langsung,” papar Yovita.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan medis saat ini jauh lebih spesifik dan tidak lagi menyamaratakan semua jenis kanker. Kehadiran apoteker memastikan bahwa investasi finansial yang dikeluarkan pasien untuk obat-obatan bernilai tinggi tersebut benar-benar memberikan hasil yang optimal dan tepat sasaran.

“Yang dibutuhkan apoteker di Indonesia tentunya edukasi, kemudian juga spesialisasi pekerjaan apotekernya sendiri. Dalam hal ini, pemerintah maupun swasta bisa memfasilitasi dalam bentuk pendidikan dan pelatihan terkait farmasi onkologi, untuk menambal educational gap yang selama ini terjadi,” harap Yovita.

Meski antusiasme para apoteker tanah air sangat tinggi untuk memperdalam bidang ini, Yovita menyayangkan belum tersedianya jalur pendidikan formal maupun wadah perhimpunan profesi khusus untuk spesialisasi farmasi onkologi di Indonesia. Akibatnya, sebaran tenaga ahli di tiap provinsi masih sangat minim.

Menyikapi keterbatasan tersebut, MRCCC Siloam Semanggi mengambil langkah proaktif dengan menyusun standarisasi mandiri demi kenyamanan dan rasa aman para pasiennya.

“Di MRCCC Siloam Semanggi, kami menyusun modul pelatihan yang merupakan hasil adopsi dari berbagai institusi global yang kredibel. Karena obat-obatan onkologi yang digunakan bersifat serupa, maka pendekatan ini dapat diterapkan pada pasien di sini. Hal ini sangat efektif sebagai bekal kami para apoteker untuk bekerja di bidang onkologi yang menjadi pilar utama MRCCC Siloam Semanggi,” papar Yovita.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.