Antrean Solar Subsidi Mengular di SPBU Tilamuta Gorontalo, Sopir Sudah Menunggu Sejak Pagi
Wawan Akuba May 26, 2026 12:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo – Antrean kendaraan untuk mendapatkan solar subsidi kembali terjadi di SPBU Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Selasa (26/5/2026).

Pantauan TribunGorontalo.com di lokasi menunjukkan antrean kendaraan mengular hingga ke bahu jalan di seberang area SPBU.

Sejumlah kendaraan, didominasi mobil truk, tampak berjejer rapi menunggu giliran pengisian bahan bakar.

Baca juga: Terungkap! Motif Pembunuhan Ibu Kandung di Pamulang Diduga Perebutan Warisan

Sedikitnya terdapat 24 kendaraan yang mengantre, terdiri dari sekitar 20 mobil truk dan beberapa mobil pribadi keluaran lama.

Salah seorang sopir truk, Yahya Dai, mengaku telah mengantre sejak pagi hari demi mendapatkan solar subsidi.

“Saya mulai antre sekitar pukul 07.30 Wita. Saat itu sudah banyak kendaraan yang menunggu giliran mengisi solar subsidi,” ujar Yahya kepada TribunGorontalo.com.

Ia mengatakan, setelah mengantar istrinya, dirinya langsung menuju SPBU Tilamuta untuk ikut mengantre.

Menurut Yahya, setiap kendaraan kini hanya diperbolehkan mengisi maksimal 50 liter solar.

Baca juga: Update Harga Emas Pegadaian Selasa 26 Mei 2026: Antam Rp2,9 Juta, UBS Rp2,8 Juta

“Pengisian sekarang dibatasi hanya 50 liter per mobil,” katanya.

Yahya juga menyebut stok solar di SPBU Tilamuta biasanya habis sebelum sore hari.

Hal tersebut dibenarkan Pengawas SPBU Tilamuta, Erman Mahmud.

Ia mengatakan pengisian solar umumnya hanya berlangsung hingga sekitar pukul 11.30 sampai 12.00 Wita karena stok cepat habis.

“Para sopir sudah mulai antre sejak pagi, bahkan ada yang datang dari malam hari,” ujar Erman.

Ia menjelaskan, ketersediaan solar di SPBU Tilamuta saat ini hanya sekitar 8.000 liter per hari sehingga pihak SPBU harus membatasi jumlah pengisian kendaraan.

Menurutnya, batas pengisian untuk kendaraan juga telah dikurangi dibanding sebelumnya.

“Mobil truk yang sebelumnya bisa mengisi 100 liter sekarang dibatasi 80 liter. Kontainer dari 200 liter menjadi 100 liter, sedangkan mobil kecil dari 60 liter menjadi 50 liter,” jelasnya.

Erman menuturkan, cepat habisnya solar subsidi disebabkan keterbatasan kuota yang tersedia untuk SPBU Tilamuta.

Ia menambahkan, penambahan kuota BBM bukan kewenangan pihak SPBU, melainkan berada di bawah otoritas BPH Migas dan dapat diusulkan melalui pemerintah daerah hingga pemerintah provinsi.

Selain itu, Erman mengingatkan masyarakat yang ingin membeli solar menggunakan jeriken wajib memiliki rekomendasi dari dinas terkait.

“Kalau membeli solar menggunakan gelong atau jeriken harus ada rekomendasi dari Dinas Perikanan atau Dinas Pertanian,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.