TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Berbeda dengan tren musiman di mana harga mayoritas bahan pangan melonjak menjelang hari raya, sektor perikanan di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, justru mencatatkan pergerakan sebaliknya.
Satu hari menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, harga sejumlah komoditas ikan segar di pasar tradisional setempat terpantau mengalami penurunan atau deflasi.
Berdasarkan pantauan Tribun-Sulbar.com, Selasa (26/5/2026), penurunan harga ini dipicu melimpahnya volume tangkapan nelayan lokal serta distribusi yang berjalan lancar dari wilayah sentra produksi ke pasar-pasar utama.
Ikan Tongkol dan Kembung Kompak Turun Harga
Koreksi harga paling signifikan terjadi pada komoditas Ikan Tongkol.
Baca juga: Kepala Kemenhaj Mamuju Sebut Korban Penipuan Haji Lebih Percaya Penipu Ketimbang Imbauan
Baca juga: Cara Licik Oknum ASN Kementerian Agama Mamuju Diduga Tipu Calon Jamaah Haji, Raup Ratusan Juta
Jenis ikan yang banyak dikonsumsi masyarakat ini mengalami penurunan harga sebesar 16,67 persen, dari yang pekan lalu sempat tertahan di angka Rp 30.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp 25.000 per kilogram.
Tren penurunan ini juga diikuti Ikan Kembung yang harganya terpangkas sebesar 14,29 persen.
Pada pertengahan pekan lalu, komoditas ini masih dibanderol Rp 35.000 per kilogram, namun kini masyarakat bisa membelinya dengan harga Rp 30.000 per kilogram.
Seorang pedagang, Udin, mengatakan kelancaran pasokan di tingkat perikanan tangkap menjadi faktor utama yang meredam gejolak harga di sektor ini.
"Harga di tingkat pemasok mengalami penurunan karena pasokan ikan dari nelayan terpantau sangat lancar dan melimpah masuk ke pasar," ujarnya
Sementara itu, untuk jenis ikan segar lainnya seperti Ikan Bandeng, Layang, dan Cakalang, harganya terpantau stabil aman di kisaran Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per kilogram, sama seperti posisi pada pekan sebelumnya.
Berbeda dengan sektor ikan tangkap, untuk komoditas Udang Segar justru merangkak naik 14,29 persen menjadi Rp 80.000 per kilogram akibat pasokan yang terbatas dari tingkat petambak.
Kontras dengan Sektor Hortikultura
Kondisi surplus pasokan di sektor perikanan ini menjadi angin segar sekaligus bantalan bagi daya beli masyarakat Mamuju.
Pasalnya, di sudut pasar yang sama, kelompok bumbu dapur atau hortikultura justru tengah menghadapi tekanan inflasi yang kuat akibat minimnya pasokan distributor.
Komoditas Cabai Merah Besar dan Cabai Keriting melesat tajam sebesar 30 persen hanya dalam waktu beberapa hari.
Kedua bumbu dapur utama ini kompak meroket ke angka Rp 65.000 per kilogram dari harga pekan lalu yang masih berada di kisaran Rp 40.000 hingga Rp 50.000 per kilogram.
Di sisi lain, untuk kelompok pangan pokok strategis seperti Beras Medium SPHP terpantau masih sangat kokoh dan aman di harga Rp 12.000 per kilogram, berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah sebesar Rp 12.500 per kilogram.
Begitu pula dengan Daging Sapi Segar yang tetap stabil sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP) di angka Rp 140.000 per kilogram.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi