Prabowo Beli 1.098 Sapi, Capai Rp 100 Miliar, Pakai Dana Banpres dari APBN, Dibagikan ke 552 Daerah
ninda iswara May 26, 2026 02:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, menjelaskan asal anggaran untuk pembelian sapi kurban Presiden Prabowo Subianto tahun ini.

Program tersebut diketahui mencakup distribusi 1.098 ekor sapi kurban yang akan disalurkan ke seluruh provinsi, kabupaten/kota, hingga berbagai lembaga sosial di Indonesia.

Jumlah sapi yang sangat besar itu membuat total anggaran yang dikeluarkan mencapai ratusan miliar rupiah.

Juri menegaskan bahwa dana pembelian sapi berasal dari Dana Bantuan Presiden (Banpres) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurutnya, alokasi tersebut masuk dalam skema bantuan kemasyarakatan Presiden yang memang telah dianggarkan pemerintah.

"Sumber anggarannya dari APBN ya, melalui Anggaran Bantuan Presiden, Bantuan Kemasyarakatan Presiden," kata Juri dalam konferensi pers, Selasa (26/5/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV.

Baca juga: Peternakan Irfan Hakim Diborong Pejabat Negara, Seskab Teddy Beli 5 Sapi, Prabowo Pilih Kerbau India

Ia juga menjelaskan bahwa harga sapi kurban tidak disamaratakan di seluruh wilayah Indonesia.

Perbedaan harga dipengaruhi kondisi pasar dan ketersediaan hewan ternak di masing-masing daerah.

Karena itu, nilai pembelian sapi di tiap wilayah bisa berbeda-beda sesuai kebutuhan dan harga setempat.

Pemerintah memastikan penyaluran sapi kurban Presiden dilakukan untuk menjangkau masyarakat luas di berbagai daerah Indonesia.

"Harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu memengaruhi harga sapi, jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah, kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp100-an miliar," papar Juri.

Sapi-sapi yang dibagikan itu, kata Juri, juga merupakan sapi premium yang sudah memiliki sertifikat kesehatan.

"Jenis-jenis sapi yang menjadi kurban adalah jenis sapi premium ya, seperti Simental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Sapi Bali, FH (Friesian Holstein), Belgian Blue, dan Carolis." 

"Jadi ini sapi-sapi yang bukan saja bobotnya berat di atas 800 kilo, tapi juga sapi yang secara kesehatan sudah memiliki sertifikat atau memiliki surat keterangan kesehatan hewan, jadi sapi-sapi sehat," paparnya.

Sementara itu, terkait sumber sapi ini, Juri mengatakan berasal dari peternak lokal.

"Sumber-sumber sapi tadi semua berasal dari peternak lokal, sehingga diharapkan mereka dapat jadikan momentum untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi karena mereka tahu setiap tahun Bapak Presiden akan meminta mereka untuk menyediakan sapi kurban," ucapnya.

Dibagikan ke 552 Daerah dan 500 Lembaga Sosial

Juri mengatakan bahwa sapi-sapi itu akan dibagikan ke setiap provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.

"Jadi ada 552 daerah, yakni 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota akan menerima sebanyak 598 sapi untuk seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota," ungkap Juri.

Juri menjelaskan alasan 552 daerah menerima 598 sapi karena terdapat 46 daerah yang tidak memiliki sapi dengan ukuran sesuai standar sapi presiden.

"Kenapa dari 552 daerah menerima 598 sapi, jadi sapinya lebih banyak dari jumlah daerah, karena ada 46 daerah yang tidak tersedia sapi dengan ukuran standar sapi presiden, standar bobot sapi presiden adalah 800 kilo sampai 1,3 ton dan setiap daerah akan mendapatkan satu," jelasnya.

"Sementara ada 46 daerah yang tidak ada sapi dengan bobot sebesar itu, oleh karena itu ada yang mendapatkan 2 sapi untuk 46 daerah. Sekali lagi, seluruh provinsi dan kabupaten/kota akan menerima 598 sapi," tambah Juri.

Selain dibagikan ke provinsi dan kabupaten/kota, sapi kurban presiden itu juga diserahkan kepada lembaga-lembaga sosial.

"Sapi Bapak Presiden akan diserahkan kepada lembaga-lembaga pendidikan, ada juga pondok pesantren, kemudian juga kepada tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, sebanyak 500 sapi." 

"Jadi untuk daerah tadi 598, untuk lembaga-lembaga sosial, lembaga keagamaan, pondok pesantren, tokoh-tokoh sebanyak 500 sapi, jadi semuanya 1.098 ekor sapi," ucap Juri.

Dalam hal ini, Juri menjelaskan pihaknya melalui Sekretariat Negara bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Dinas-dinas di daerah yang membidangi atau mengurusi peternakan dan kesehatan hewan.

Selain itu, Juri mengatakan, Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) turut dilibatkan.

"Sehingga dalam hal pemenuhan sejumlah 1.098 sapi ini bisa kami dapatkan dengan baik atas kerja sama dengan mereka, dengan penyedia hewan kurban dan dengan pihak-pihak yang memastikan seluruh hewan kurban ini memiliki kualifikasi atau syarat-syarat untuk menjadi sapi kurban," tuturnya.

Sapi-sapi yang dipilih tersebut, kata Juri, juga sudah sesuai syariat Islam untuk menjadi hewan kurban.

"Umurnya atau usianya sudah di atas 2 tahun dan jantan, serta tidak cacat. Sapinya sapi-sapi premium dan memiliki kualitas yang sangat baik," ungkapnya.

Baca juga: Perawatan Khusus Mbah Iran Sapi Kurban Prabowo di Bantul Yogyakarta, Berat 1 Ton, Dibeli Rp90 Juta

IDUL ADHA KLATEN - Kondisi fisik sapi Bima Seta di halaman kandang Desa Dompyongan, Jogonalan, Klaten, Jumat (15/5/2026), dengan perawatan sederhana namun menghasilkan bobot jumbo.
IDUL ADHA KLATEN - Kondisi fisik sapi Bima Seta di halaman kandang Desa Dompyongan, Jogonalan, Klaten, Jumat (15/5/2026), dengan perawatan sederhana namun menghasilkan bobot jumbo. (TribunSolo/Ibnu Dei Tamtomo)

Sapi Dibeli dari Peternak Lokal

Sementara itu, terkait sumber sapi ini, Juri mengatakan berasal dari peternak lokal.

"Sumber-sumber sapi tadi semua berasal dari peternak lokal, sehingga diharapkan mereka dapat jadikan momentum untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi karena mereka tahu setiap tahun Bapak Presiden akan meminta mereka untuk menyediakan sapi kurban," ucapnya.

Dalam hal ini, Juri menjelaskan pihaknya melalui Sekretariat Negara bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Dinas-dinas di daerah yang membidangi atau mengurusi peternakan dan kesehatan hewan.

Selain itu, Juri mengatakan, Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) turut dilibatkan.

"Sehingga dalam hal pemenuhan sejumlah 1.098 sapi ini bisa kami dapatkan dengan baik atas kerja sama dengan mereka, dengan penyedia hewan kurban dan dengan pihak-pihak yang memastikan seluruh hewan kurban ini memiliki kualifikasi atau syarat-syarat untuk menjadi sapi kurban," tuturnya.

Sapi-sapi yang dipilih tersebut, kata Juri, juga sudah sesuai syariat Islam untuk menjadi hewan kurban.

"Umurnya atau usianya sudah di atas 2 tahun dan jantan, serta tidak cacat. Sapinya sapi-sapi premium dan memiliki kualitas yang sangat baik," ungkapnya.

(TribunTrends/Tribunnews/Rifqah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.