BANJARMASINPOST.CO.ID - Heboh dan viral di media sosial, santriwati di Pekalongan, Jawa Timur disebut 'hamil misterius'.
Penyebabnya, santriwati tersebut mengaku tak pernah berhubungan intim dengan lawan jenis.
Santriwati berinisial F (22) itu disebut hamil dan melahirkan tanpa suami.
Dia diketahui merupakan warga Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, yang menempuh pendidikan di pondok pesantren berinisial PA di wilayah Buaran.
Kepala Desa setempat, yaitu Nur Sani kemudian membenarkan adanya kasus "hamil misterius" tersebut.
Dia menyebutkan bahwa pihak kepolisian sempat mendatangi balai desa untuk meminta keterangan terkait informasi yang beredar di masyarakat itu.
Baca juga: Ngaku Kena Guna-guna, Dilan Janiyar Syok Dapati Ritual Aneh Asisten Pribadi: Aku Jadi Manut Sama Dia
Sementara itu, ayah dari santriwati F, yaitu S diketahui telah memberikan klarifikasinya, pada Rabu (20/5/2026) di hadapan Kepala Desa dan aparat Polsek Karangdadap.
Dia menjelaskan bahwa putrinya itu mengaku tidak pernah memiliki pacar maupun melakukan hubungan intim dengan lawan jenis.
"F mengaku tidak pernah berhubungan dengan siapa pun. Sebelum diketahui hamil, dia sering bermimpi, baik saat masih di pondok maupun saat di rumah," ujar ayah korban.
Adapun, tanda kehamilan dari santriwati F ini sudah ada sejak September tahun 2025, di mana saat itu dia berhenti mengalami menstruasi.
Pada awal tahun 2026, korban melahirkan seorang bayi laki-laki di klinik yang kemudian diadopsi oleh keluarga lain di wilayah Banjarnegara.
Di bulan Mei 2026, kasus ini kemudian menjadi viral di media sosial hingga keluarga akhirnya menyampaikan klarifikasi. Keluarga dari santriwati F ini mengatakan mereka menerima peristiwa yang terjadi sebagai ujian hidup dan tidak akan menuntut pihak manapun.
Setelah kasus santriwati "hamil misterius" ini ramai, pihak Pondok Pesantren PA lalu ikut memberikan klarifikasi secara resmi di akun Instagram, pada Kamis (21/5/2026).
Dalam postingan tersebut terdapat beberapa poin utama yaitu, pihak ponpes menyatakan bahwa segala prasangka negatif, tuduhan, dan gunjingan terkait pengasuh dinyatakan tidak benar.
Selanjutnya, santri yang diisukan dan/atau benar terbukti hamil itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan pengasuh.
Selain itu, pihak ponpes memilih untuk fokus pada proses belajar mengajar dan menyerahkan tuduhan lebih lanjut pada hukum Allah SWT.
Sementara itu, selain melakukan klarifikasi, pihak keluarga dari santriwati yang "hamil misterius" itu juga menolak tawaran tes DNA dari pihak desa.
Adapun, polisi mengaku sudah berupaya memberi pendampingan psikologis kepada F.
Dalam kasus santriwati di Pekalongan viral ini, pendampingan itu ditujukan kepada keluarga F yang hingga kini disebut masih menutup diri.
Kasi Humas Polres Pekalongan Ipda Warsito mengatakan, pihaknya tidak masuk ke ranah penyelidikan karena tempat kejadian perkara termasuk wilayah hukum Polres Pekalongan Kota.
"Kalau untuk upaya dari kita, terkait dengan psikososial, monggo karena itu memang kita laksanakan upaya-upaya demikian," ujar Warsito, dilansir dari Kompas.com.
"Itu kami upayakan, namun demikian dari pihak keluarga kan masih menutup diri, jadi belum bisa terlaksana, tapi kami sudah mencoba upaya-upaya dari Polsek sendiri," jelasnya.
Warsito menjelaskan, perhatian yang diberikan kepolisian adalah menerjunkan tim trauma healing dari Polres Pekalongan.
Dia mengatakan bahwa kondisi psikologis korban dan keluarga saat ini masih terguncang sehinga polisi memahami sikap tertutup tersebut.
"Tim trauma healing dari Polres Pekalongan juga kita sudah coba masukkan ke sana. Namun karena ada rasa menutup diri itu kita susah untuk menembus ke keluarganya itu," jelasnya.
"Kita memaklumi yang tersebut karena psikologisnya kan masih terguncang dan lain sebagainya. Kita juga menghormati hak-hak daripada si korban itu sendiri," tutur Warsito.
Kasus serupa terjadi di luar negeri. Seorang ibu di Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bagaimana dia pernah hamil di usia 19 tahun tanpa berhubungan seksual. Dan situasinya tidak seperti 'keajaiban' yang dibayangkan.
Saat itu, Samantha Lynn Isabel merasa keram perut dan menstruasinya terlambat, dia kemudian memeriksa untuk tes kehamilan untuk berjaga-jaga.
Ternyata, hasil pemeriksaan menunjukkan dia tengah hamil 5 bulan, padahal dia merasa tidak pernah berhubungan seksual.
Melansir New Zealand Herald, Isabel berbicara melalui video TikTok yang telah ditonton lebih dari 1,4 juta kali.
"Saya baca, ternyata seseorang bisa hamil setelah melakukan foreplay," ujar Isabel.
Isabel mengatakan kehamilannya itu membuat dia dipanggil 'Virgin Mary' (perawan Maria) oleh teman-teman dan keluarganya.
Kepada Buzzfeed dia juga mengatakan bahwa dia telah mempertimbangkan untuk melakukan aborsi dan menderita kecemasan selama kehamilan.
"Aku hanya gugup, aku tidak akan bisa memberinya (anak) segalanya. Tapi dia memiliki semuanya dan lebih," kata Isabel.
Bentley, putranya kini berusia 5 tahun. Isabel kini masih bersama pacar SMA-nya Alex dan pasangan itu memiliki putra kedua bernama Theo tahun lalu.
Seorang wanita bisa hamil tanpa berhubungan seks melalui penetrasi dan itu sangat mungkin, sebagaimana dilansir NZ Herald, hal itu ternyata sudah menjadi hal umum.
Sebuah survei pada 2013 terhadap 7.870 wanita yang diterbitkan dalam British Medical Journal menemukan sekitar 0,5 persen dari wanita tersebut mengalami 'kehamilan tanpa penetrasi' atau berhubungan seksual.
Menurut Layanan Kesehatan Inggris (NHS) seorang wanita bisa hamil tanpa penetrasi dalam berhubungan seks adalah "sangat rendah" tetapi masih memungkinkan.
Cara memungkinkan itu dapat terjadi apabila seorang pria mengalami ejakulasi di dekat vagina, penisnya yang ereksi mendekati atau bersentuhan dengan vagina, atau jika air mani masuk ke dalam vagina selama jenis kontak seksual lainnya.
Melansir Insider, dalam kasus Isabel, dokter kandungan dan ginekolog AS Dr Alyssa Dweck mengatakan bahwa mungkin ada "sedikit" jumlah kontak.
"Kecurigaan saya adalah bahwa (tetap) ada 'kontak penis-vagina' dan bahkan penetrasi sekecil apa pun pada pembukaan vagina dan atau paparan pra-ejakulasi dapat menyebabkan kehamilan," katanya.
"Ini mengejutkan banyak orang."
(Banjarmasinpost.co.id/Kompas.com)