Geng Motor Brutaliti Bikin Resah Banyuwangi: Pamer Celurit Cari Musuh
Cak Sur May 26, 2026 03:32 PM

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Aksi anggota geng motor kembali meresahkan warga Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim). Sekelompok remaja yang mengaku berasal dari geng motor Brutaliti melakukan konvoi di Jalan Raya Desa Boo, Kecamatan Blimbingsari pada Minggu (25/5/2026) dini hari.

Dalam video yang beredar di media sosial, rombongan geng motor tersebut terlihat berkendara secara ugal-ugalan sambil menguasai hampir seluruh badan jalan. Sejumlah anggota bahkan tampak memamerkan senjata tajam jenis celurit saat melintas.

Aksi tersebut membuat warga sekitar merasa khawatir karena dinilai membahayakan pengguna jalan lain.

Tiga Pelajar Diamankan Polisi

Kanit Reskrim Polsek Rogojampi, Iptu Ocky Heru Prasetyo, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat terkait aksi geng motor tersebut.

“Pada Senin malam, kami amankan tiga anggota geng tersebut,” kata Ocky, Selasa (26/5/2026).

Tiga anggota geng motor yang diamankan yakni:

  • MAR (17), warga Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar
  • NAS (16), warga Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar
  • JMA (15), warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar

Ketiganya masih berstatus sebagai pelajar.

Menurut Ocky, MAR yang mengaku sebagai ketua geng membawa celurit sepanjang 50 sentimeter. Sementara NAS juga membawa celurit dan JMA membawa senjata tajam dari rantai besi.

“Dan delapan anggota geng lainnya masih dalam pencarian,” ujarnya.

Ngaku Cari Musuh Saat Konvoi

Usai diamankan, ketiga pelajar tersebut langsung dibawa ke Mapolsek Rogojampi. Mereka juga mendapat hukuman disiplin dengan merangkak dari halaman menuju ke dalam kantor polisi.

Saat diperiksa polisi terkait motif konvoi sambil membawa senjata tajam, salah satu anggota geng mengaku mereka sengaja mencari musuh.

“Cari musuh,” kata salah satu anggota geng tersebut.

Setelah diamankan, para pelajar itu mengaku menyesal atas perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Polisi Lanjutkan Pembinaan dan Pengejaran

Ocky menegaskan, ketiga pelajar tersebut akan menjalani pembinaan lebih lanjut. Status mereka sebagai pelajar menjadi salah satu pertimbangan dalam penanganan kasus tersebut.

Polisi juga mengingatkan para anggota geng motor agar tidak kembali membuat keresahan di tengah masyarakat. Warga diminta segera melapor apabila menemukan aktivitas serupa di lingkungan sekitar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.