Sapi bantuan Presiden RI itu merupakan sapi lokal hasil inseminasi buatan dengan bobot mencapai 915 kilogram dan menjadi salah satu sapi terbesar di Kabupaten Buol

Buol (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng) menyerahkan satu ekor sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat melalui Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) An-Nur Desa Lakea I, Kecamatan Lakea.

Wakil Bupati Buol Moh. Nasir Dj Daimaroto mengatakan bantuan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto bertujuan memperkuat solidaritas sosial, meneladani nilai-nilai pengorbanan dalam ajaran Islam, serta membantu masyarakat yang membutuhkan melalui distribusi daging kurban tersebut.

"Bantuan sapi kurban ini sumbernya dari anggaran Sekretariat Kepresidenan Republik Indonesia dengan alokasi sebesar Rp140 juta untuk Kabupaten Buol dengan bobot mencapai 915 kilogram," kata Nasir di Lakea, Selasa.

Ia mengemukakan, DKM Masjid An-Nur Desa Lakea I ditetapkan sebagai penerima bantuan sapi kurban tersebut.

"Untuk total penerima manfaat daging kurban sebanyak 300 kepala keluarga berdasarkan surat keputusan yang diterbitkan panitia," ucapnya.

Menurut dia, sapi bantuan Presiden RI itu merupakan sapi lokal hasil inseminasi buatan dengan bobot mencapai 915 kilogram dan menjadi salah satu sapi terbesar di Kabupaten Buol.

"Tentunya capaian ini merupakan hasil kerja sama antara peternak, tenaga teknis peternakan, serta dukungan pemerintah daerah dalam mengembangkan program peningkatan kualitas ternak di Kabupaten Buol," sebutnya.

Ia menuturkan nantinya sapi kurban bantuan itu disembelih pada 28 Mei 2026 mendatang di pelataran Masjid An-Nur Desa Lakea I.

"Harapannya bantuan ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Buol sekaligus memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, " kata dia.

Nasir pun mengingatkan kepada seluruh warga terkait pentingnya penertiban ternak untuk menjaga keselamatan masyarakat dan ketertiban umum, khususnya di sepanjang Jalur Trans Sulawesi.

"Masyarakat diimbau untuk tidak melepas ternak secara bebas karena berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas maupun kerugian bagi warga lainnya," ujarnya.

Ia mengajak seluruh peternak di daerah tersebut guna terus menjaga kesehatan dan kualitas ternak melalui pola pemeliharaan yang baik sehingga mampu meningkatkan nilai ekonomi dan produktivitas peternakan di Kabupaten Buol.