Program Upland Dongkrak Kebangkitan Kopi Magelang, Ekspor Tembus Dubai
Joko Widiyarso May 26, 2026 03:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Program Upland mulai menunjukkan dampak nyata terhadap pengembangan kopi di Kabupaten Magelang.

Pemerintah Kabupaten Magelang menyebut program tersebut berhasil mendorong peningkatan produktivitas hingga membuka peluang ekspor kopi petani lokal ke pasar internasional.

Hal itu disampaikan Bupati Magelang, Grengseng Pamuji saat menghadiri kegiatan supervisi dan monitoring Program Upland bersama Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kelompok tani dan pelaku pertanian di kawasan pengembangan kopi Desa Banjarsari, Kecamatan Grabag, Senin (25/5/2026).

“Ini menjadi tahun terakhir kegiatan Upland. Saya sekalian melaporkan, kegiatan Upland yang kita mulai tahun 2025 di sini hari ini sudah menunjukkan hasilnya,” ujar Grengseng.

Ia menjelaskan, kawasan Desa Banjarsari memiliki sejarah panjang sebagai wilayah penanaman kopi sejak masa kolonial Belanda. Namun selama bertahun-tahun, kawasan tersebut lebih dikenal sebagai penghasil kopi Temanggung.

“Di wilayah sini terkenalnya kopi Temanggung. Baru akhir-akhir ini, era 2000-an, kita mulai bangkit, berbenah, dan alhamdulillah sudah menunjukkan perkembangan,” katanya.

Penguatan kelembagaan petani

Menurut Grengseng, kebangkitan kopi Magelang tidak lepas dari penguatan kelembagaan petani dan kolaborasi antarkelompok tani yang kini mulai terintegrasi dalam satu organisasi kopi.

“Kami sudah menunjukkan bahwa ketika kami terintegrasi dalam satu organisasi kopi, hasilnya semakin baik,” imbuhnya.

Tidak hanya meningkatkan produktivitas, Kabupaten Magelang juga mulai mencatat capaian ekspor. Kopi hasil petani lokal disebut berhasil menembus pasar Uni Emirat Arab, khususnya Dubai.

“Alhamdulillah, kopi petani asli Kabupaten Magelang sudah berhasil ekspor ke Dubai,” ungkapnya.

Berdasarkan laporan Dinas Pertanian Kabupaten Magelang, dalam waktu dekat juga telah masuk permintaan ekspor lanjutan hingga 80 ton kopi.

“Semoga ini bisa menjadi berkah bagi masyarakat, khususnya bagi para petani kopi Kabupaten Magelang,” lanjutnya.

Perkembangan kopi Magelang

Sementara itu, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Hermanto mengapresiasi perkembangan kopi Magelang yang dinilai sebagai capaian besar setelah ratusan tahun sejarah budi daya kopi di kawasan tersebut.

“Artinya ini suatu prestasi. Maka ke depan ini harus kita sempurnakan dan kita perkuat lagi,” kata Hermanto.

Ia menilai Program Upland mampu mempercepat pengembangan kopi di Kabupaten Magelang, meski baru mulai berjalan pada 2025.

Hermanto menekankan peningkatan kualitas menjadi tantangan utama jika kopi Magelang ingin terus bersaing di pasar ekspor. Menurutnya, standar higienitas dan kualitas produk harus benar-benar diperhatikan mulai dari budidaya hingga pascapanen.

“Berbicara mengenai ekspor kopi, harus yang betul-betul higienis dan berkualitas,” tegasnya.

Ia juga meminta perhatian lebih terhadap proses pengeringan dan pengolahan pascapanen agar kualitas kopi robusta Magelang semakin meningkat dan mampu membuka pasar yang lebih luas.

Program Upland sendiri selama ini menjadi salah satu fondasi pembangunan pertanian dataran tinggi di Kabupaten Magelang. Setelah program berakhir, Pemerintah Kabupaten Magelang menyatakan siap melanjutkan praktik-praktik pengembangan pertanian berkelanjutan melalui program daerah, termasuk penguatan kawasan hortikultura dan kopi rakyat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.