Pemkab Nunukan Serius Benahi UMKM, Pelaku Usaha Dibekali Ilmu Bisnis dan Pengelolaan Uang
Junisah May 26, 2026 03:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mendapat bekal khusus agar usaha mereka tak sekadar bertahan, tetapi mampu berkembang dan naik kelas.

Pemkab Nunukan melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan menggelar Pelatihan Manajemen Bisnis dan Aplikasi Keuangan Sederhana dengan SIAPIK (Sistem Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan) di Lantai 4 Kantor Bupati Nunukan, Senin (25/5/2026).

Bukan tanpa alasan, pelatihan ini digelar karena masih banyak pelaku usaha mikro yang menghadapi tantangan dalam pengelolaan bisnis, terutama pencatatan keuangan yang kerap dianggap rumit.

Bupati Nunukan melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Alimuddin, mengatakan pelaku UMKM memiliki peran besar sebagai penggerak ekonomi daerah sehingga harus terus diperkuat.

Baca juga: Disperindagkop Tana Tidung Siapkan 16 Tenda Gratis Bazar Takjil di RTH, Fasilitasi Pelaku UMKM

Menurut Alimuddin, kemampuan mengelola usaha secara profesional menjadi salah satu penentu keberhasilan pelaku usaha di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

“Manajemen yang rapi dan penguasaan teknologi menjadi kunci agar produk lokal mampu bersaing, tidak hanya di pasar lokal tetapi juga menembus pasar digital dan wilayah perbatasan,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada teori bisnis, pelatihan ini juga mengenalkan penggunaan aplikasi SIAPIK, sebuah sistem pencatatan keuangan sederhana yang dirancang untuk membantu pelaku usaha mengelola pemasukan dan pengeluaran dengan lebih tertib.

Ketua TP PKK Kabupaten Nunukan, Andi Annisa Muthia Irwan Sabri, menilai peningkatan kapasitas UMKM sangat penting karena sektor tersebut memiliki dampak besar terhadap ekonomi masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan nyata bagi pelaku UMKM agar mampu naik kelas serta mengembangkan usahanya secara lebih baik,” ungkapnya.

Baca juga: Pujangga Ramadan Kembali Hadir di RTH Djoesoef Abdullah Tana Tidung, Gandeng 29 Pelaku UMKM Kuliner

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nunukan, Muchtar, mengingatkan bahwa tantangan terbesar dalam berwirausaha sering kali justru muncul saat memulai usaha.

“Yang paling sulit dalam usaha adalah bagaimana memulainya. Karena itu pelaku UMKM harus terus semangat belajar dan mengembangkan usahanya agar bisa naik kelas,” katanya.

Tak berhenti pada pelatihan, Pemkab Nunukan juga menawarkan program kredit nol persen yang digadang-gadang menjadi angin segar bagi pelaku usaha kecil.

Melalui program tersebut, bunga pinjaman ditanggung pemerintah sehingga pelaku usaha cukup membayar pokok pinjaman.

Selain bantuan pembiayaan, Pemkab Nunukan juga menyiapkan tim inkubator untuk mendampingi pelaku usaha, mulai dari pengelolaan keuangan, peningkatan kualitas SDM, hingga pengembangan produk dan kemasan.

Pemkab Nunukan bahkan mendorong pelaku UMKM memanfaatkan UKM Center sebagai etalase promosi produk lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Dengan pelatihan ini, Pemkab Nunukan berharap pelaku UMKM tidak lagi hanya fokus berjualan, tetapi mulai membangun usaha secara profesional dan siap bersaing di era digital.

(*) 

Penulis: Fatimah Majid

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.