TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Tim Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak mulai bergerak menyisir sejumlah daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Siak hingga Bengkalis.
Patroli rutin itu dilakukan untuk pencegahan dini menghadapi potensi kebakaran di wilayah gambut saat cuaca mulai panas dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak, Ihsan Abdillah, mengatakan patroli lapangan dilakukan setiap hari. Timnya menyasar desa-desa yang memiliki tingkat kerawanan Karhutla cukup tinggi, khususnya kawasan bergambut dan perkebunan masyarakat.
“Patroli rutin terus kami lakukan untuk memastikan wilayah rawan tetap aman dari Karhutla. Tim turun langsung ke lapangan sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” kata Ihsan Abdillah, Selasa (26/5/2026).
Pada patroli rutin terbaru, tim Manggala Agni menyisir sedikitnya 10 desa di wilayah kerja Daops Sumatera VI/Siak. Wilayah tersebut meliputi Kelurahan Sungai Mempura, Desa Koto Ringin, Kampung Tengah, Paluh, dan Benteng Hilir di Kecamatan Mempura, kemudian Desa Sungai Berbari dan Dosan di Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak.
Selain itu, patroli juga menjangkau wilayah Kabupaten Bengkalis, yakni Desa Tanjung Damai Kecamatan Siak Kecil, Desa Temiang Kecamatan Bandar Laksamana, serta Desa Sungai Linau Kecamatan Bukit Batu.
Ihsan menjelaskan, seluruh pergerakan personel di lapangan dipantau menggunakan Sistem Informasi Patroli Pencegahan (SIPP). Sistem tersebut digunakan untuk memastikan patroli berjalan efektif dan seluruh titik rawan benar-benar terpantau.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Landa Kuansing, Pemkab Masih Pertimbangkan Status Siaga Karhutla
“Pergerakan personel patroli termonitor melalui SIPP. Jadi setiap jalur patroli dan titik yang didatangi bisa dipantau secara real time,” ujarnya.
Salah satu patroli dilakukan di Desa Koto Ringin, Kecamatan Mempura. Tim yang terdiri dari Ratmanto, Alijal, Priyono dan Gustianingsih menyusuri jalur patroli sepanjang 10,43 kilometer.
Di lokasi tersebut, petugas menemukan kondisi lahan gambut dengan vegetasi sawit, pakis dan semak dalam kondisi bahan bakar permukaan relatif kering. Kedalaman gambut di lokasi mencapai 1,5 hingga 2 meter dengan potensi kebakaran kategori sedang.
Selain patroli, tim juga melakukan sosialisasi langsung kepada warga. Sedikitnya empat warga diberikan edukasi terkait bahaya karhutla dan larangan membuka lahan dengan cara membakar.
Meski demikian, selama patroli berlangsung tidak ditemukan titik api maupun aktivitas pembakaran lahan. Tim juga memastikan wilayah patroli dalam kondisi aman dari karhutla.
“Alhamdulillah hasil patroli terakhir di wilayah Kota Ringin dan sekitarnya masih aman dari karhutla. Namun patroli dan pemantauan tetap kami tingkatkan,” tutup Ihsan.
( Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)