Laga Chelsea Vs AC Milan di SUGBK Diharapkan Jadi Momentum Kebangkitan Sepakbola Indonesia
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Promotor laga big match Chelsea versus AC Milan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Arif Putra Wicaksono memastikan persiapan pertandingan yang akan digelar pada 8 Agustus mendatang terus dimatangkan.
Arif menyebut persiapan penyelenggaraan duel dua raksasa Eropa itu kini telah mencapai sekitar 70 persen.
Baca juga: Cerita Menarik di Balik Bersedianya Chelsea dan AC Milan Tanding di SUGBK pada 8 Agustus 2026
Saat ini, pihaknya tinggal menyelesaikan tahap pematangan teknis sambil menunggu kedatangan tim.
“Persiapan saat ini sudah sekitar 70 persen. Tinggal pematangan dan menunggu kedatangan tim,” kata Arif Putra Wicaksono dalam podcast bersama Tribunnews, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama jelang pertandingan adalah kualitas rumput SUGBK.
Menurut Arif, klub-klub Eropa sangat detail dalam memantau kondisi lapangan, terutama karena Indonesia belum sepenuhnya dianggap sebagai negara sepakbola di mata mereka.
“Karena Indonesia belum dianggap sebagai negara sepak bola di mata klub-klub Eropa, kondisi rumput menjadi perhatian besar bagi mereka,” ujarnya.
Arif menjelaskan, Chelsea dan AC Milan bahkan meminta kabar berkala mengenai kondisi lapangan, termasuk tingkat kelembapan dan kondisi terkini stadion.
Untuk itu, Pihak Nine Sport pun rutin mendatangi SUGBK untuk memotret perkembangan lapangan dan mengirim laporan kepada pihak klub.
“Mereka bahkan ingin berkomunikasi langsung dengan ahli rumput stadion. Jadi kami rutin datang ke GBK, memotret kondisi terkini, mengirim update, termasuk soal kelembaban lapangan dan berbagai detail lainnya,” beber Arif.
Menurut Arif, perhatian terhadap kualitas lapangan bukan tanpa alasan.
Klub-klub Eropa sangat sensitif terhadap kondisi rumput setelah sempat muncul sejumlah polemik lapangan di kompetisi elite Eropa.
Selain kondisi lapangan, aspek keamanan juga menjadi fokus utama penyelenggara.
Arif mengatakan, standar keamanan yang diminta klub-klub Eropa jauh lebih kompleks dibanding pengamanan pertandingan biasa.
“Kalau di Indonesia mungkin orang membayangkan keamanan hanya sebatas petugas security biasa. Tapi klub-klub Eropa melihatnya lebih seperti security detail, hampir setara pengamanan tamu penting,” ungkapnya.
Seluruh prosedur keamanan mulai disiapkan sejak pemain dan ofisial mendarat di Indonesia, termasuk jalur khusus, pengamanan hotel, hingga transportasi menuju stadion.
Chelsea sebelumnya pernah datang ke Indonesia pada 2013. Kala itu, The Blues meminta satu hotel steril tanpa keberadaan penggemar.
Namun saat ini kondisi berbeda, mereka tidak meminta hal yang terlalu rumit seperti kala itu.
“Sekarang mungkin tingkat kepercayaan mereka terhadap Indonesia sudah lebih baik. Tapi tetap akan ada jalur khusus, pengamanan khusus, serta prosedur ketat sejak mereka mendarat di Indonesia,” ujarnya.
Lebih jauh, Arif berharap laga Chelsea kontra AC Milan bisa menjadi momentum kebangkitan industri sepak bola nasional.
Ia menilai kedatangan dua klub elite Eropa dapat membuka peluang lebih besar bagi perkembangan ekosistem sepak bola di Indonesia.
“Harapannya ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak pihak. Kalau dulu tahun 2013 banyak klub datang ke Indonesia dan menginspirasi industri sepak bola, saya berharap momentum ini bisa membuat sepak bola Indonesia kembali tumbuh,” ujar Arif.
“Event seperti ini justru harus didorong supaya Indonesia makin dipercaya untuk menggelar event olahraga internasional,” pungkasnya.