Jelang Idul Adha 2026 di Kota Madiun, Stok Elpiji 3 Kg Aman
Titis Jati Permata May 26, 2026 05:32 PM

 

SURYA.co.id, MADIUN – Menjelang Idul Adha 2026, pasokan elpiji subsidi 3 kilogram di Kota Madiun dipastikan aman.

Pertamina bahkan menambah kuota fakultatif hingga 50–100 persen dari alokasi harian normal di sejumlah pangkalan LPG.

Salah satu pemilik pangkalan LPG di Jalan Pacar Kembang, Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Dany Reza mengatakan pihaknya telah menerima tambahan pasokan elpiji subsidi dari agen.

"Jadi untuk dropping-an dari agen ke pangkalan kami ditambah dari alokasi harian biasanya. Penambahannya sekitar 50 sampai 100 persen dari alokasi harian biasanya," ujar Dany kepada SURYA.co.id, Selasa (26/5/2026).

Permintaan Cenderung Stabil

Meski mendapat tambahan pasokan cukup besar, Dany menyebut hingga saat ini permintaan masyarakat justru cenderung stabil bahkan sedikit menurun dalam dua hari terakhir.

"Walaupun peningkatan permintaan belum terjadi bahkan sedikit menurun dua hari terakhir," tambahnya.

Ia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kelangkaan LPG subsidi karena stok di pangkalan dalam kondisi aman dan melimpah.

Selain itu, harga jual juga tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

"Alhamdulillah untuk stok di pangkalan kami aman terkendali. Masyarakat tidak perlu panik ataupun khawatir karena stok melimpah," katanya.

Saat ini harga LPG subsidi 3 kilogram di tingkat pangkalan resmi tetap dijual Rp18 ribu per tabung kepada konsumen akhir.

Pasokan Elpiji Aman

Sementara itu, Analis Perdagangan Ahli Muda Dinas Perdagangan Kota Madiun, Tri Prasetyaningrum menegaskan ketersediaan stok LPG menjelang Idul Adha dipastikan aman karena pasokan dari Pertamina berjalan sesuai alokasi yang telah ditetapkan.

"Untuk stok maupun ketersediaan stoknya dari Pertamina aman sesuai dengan plot atau alokasi yang sudah ditentukan oleh Pertamina," jelas Tri.

Menurutnya, kondisi penjualan LPG beberapa hari terakhir juga cenderung menurun sehingga stok di agen maupun pangkalan masih sangat mencukupi.

Tri menambahkan, pemerintah juga mulai bersiap menghadapi meningkatnya aktivitas masyarakat pada Juni mendatang, termasuk rangkaian peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun.

"Mudah-mudahan nanti ke depan, menghadapi bulan Juni dan event Hari Jadi Kota Madiun, insyaallah ketersediaan stok khusus LPG 3 kilogram aman," ujarnya.

Elpiji Subsidi Tak Ada Kenaikan Harga

Terkait harga, Tri memastikan LPG subsidi 3 kilogram tidak mengalami kenaikan dan tetap dijual sesuai HET Rp18 ribu di tingkat pangkalan.

Namun demikian, untuk LPG non subsidi atau non-PSO seperti Bright Gas mengalami penyesuaian harga.

Meski begitu, permintaan dari masyarakat maupun pelaku usaha masih tetap ada.

"Kalau untuk LPG 3 kilo tidak ada kenaikan. Tapi kalau untuk non-PSO seperti Bright Gas memang ada kenaikan harga, namun masih ada peminatnya," ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa penggunaan LPG subsidi 3 kilogram hanya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha mikro.

Sedangkan sektor Horeka (hotel, restoran, dan kafe) diwajibkan menggunakan LPG non subsidi seperti Bright Gas ukuran 12 kilogram maupun 50 kilogram.

Untuk pengawasan distribusi dan penggunaan LPG subsidi, Disdag Kota Madiun terus berkoordinasi dengan Hiswana Migas dan Pertamina agar penyaluran tepat sasaran.

"Kami terus komunikasi intensif dengan Hiswana Migas dan Pertamina terkait sosialisasi penggunaan LPG, bahwa tabung 3 kilogram diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan usaha mikro, sedangkan Horeka wajib menggunakan non-PSO," pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.