Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meminta kepada 744 petugas petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban untuk menjalankan tugas dengan teliti dan bertanggung jawab.
“Saya berpesan agar seluruh petugas menjalankan tugas dengan penuh integritas, ketelitian, dan tanggung jawab, serta mengedepankan pendekatan yang humanis dan edukatif kepada masyarakat,” jelas Rano dalam sambutannya saat melepas petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Perumda Dharma Jaya, Jakarta Timur, Selasa.
Ia juga meminta agar para petugas memastikan seluruh pemeriksaan dilakukan sesuai dengan standar kesehatan hewan, baik pada tahap ante-mortem maupun post-mortem.
Selain itu, lanjut Rano, apabila ditemukan indikasi penyakit atau pelanggaran, segera lakukan koordinasi dan pelaporan agar dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat bersama perangkat wilayah serta unsur terkait lainnya,” kata Rano.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok menjelaskan maksud dan tujuan pelepasan petugas pemeriksa hewan kurban ini adalah untuk memastikan bahwa hewan-hewan yang sebelum dipotong atau antemortem dalam keadaan sehat.
“Kemudian juga proses pemotongannya juga dilaksanakan dengan higiene sanitasi dan diharapkan daging hewan kurban tersebut juga aman, sehat, utuh, dan halal untuk dikonsumsi,” kata Hasudungan.
Ia berharap masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban di tahun ini merasa aman dan nyaman serta tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Tahun ini Dinas KPKP DKI Jakarta menugaskan sebanyak 744 petugas pada hari H pemotongan yang terdiri dari unsur dari Dinas KPKP sendiri sebanyak 424 orang dan terdapat anggota Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Jakarta sebanyak 62 orang.
Ada pula petugas dari perguruan tinggi IPB Fakultas Kedokteran Hewan dan Biomedis sebanyak 208 orang dan yang terakhir dari Pramuka sebanyak 50 orang.
Para petugas nantinya akan disebarkan ke seluruh wilayah Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu.
“Untuk pemeriksaan tahun 2026 kita menargetkan sebanyak 892 lokasi di seluruh Jakarta yang akan kita periksa terkait dengan pemotongannya dan untuk estimasi di data per hari ini sudah sebanyak 68.048 ekor hewan yang akan dipotong di tahun ini,” ungkap Hasudungan.





