Renungan Harian Kristen 27 Mei 2026 - Berdampak Besar
Bacaan ayat: Hakim-hakim 19:2 (TB) Tetapi gundiknya itu berlaku serong terhadap dia dan pergi dari padanya ke rumah ayahnya di Betlehem-Yehuda, lalu tinggal di sana empat bulan lamanya.
Oleh Pdt Feri Nugroho
Bisa jadi hanya beberapa orang yang sadar bahwa keberadaan sebuah masalah dalam keluarga akan berdampak pada banyak hal dalam kehidupan.
Atau sadar, namun sering diabaikan, mengingat kehidupan sebuah keluarga masuk dalam ranah privasi. Bahkan KDRT pun sulit dilacak jika tidak ada pengaduan.
Hukum pun baru bergerak ketika peristiwanya diadukan. Banyak orang maklum, "Itu masalah keluarga, jangan terlibat."
Umat Tuhan telah memasuki tanah perjanjian. Masing-masing suku telah menerima tanah warisan.
Mereka mendapatkan mandat yang sama untuk tetap hidup dalam kesetiaan kepada Tuhan. Sayangnya, beberapa suku membiarkan bangsa-bangsa lain tetap tinggal dan memberikan pengaruh.
Singkat cerita, sebuah keluarga mengalami persoalan.
Seorang Lewi ditinggalkan oleh gundiknya yang berlaku serong dan kembali ke rumah orang tuanya.
Hal itu berlangsung empat bulan lamanya. Upaya untuk berdamai telah dilakukan hingga akhirnya berhasil.
Perjalanan pulang berhadapan dengan fakta lain. Orang-orang dursila melakukan kejahatan seksual kepada gundiknya.
Kemarahan suaminya, membuatnya murka; memutilasi jenazah istrinya dan mengirimkannya kepada suku-suku lain. Kemurkaan meluas. Semangat kekeluargaan membuat semua suku bersatu padu untuk membalas dendam.
Ironisnya, Suku Benyamin justru terlihat melindungi para pelaku kejahatan. Akibatnya, terjadi pertumpahan darah yang hampir memusnahkan keberadaan mereka. Tragis bukan?
Waspadai, bahwa sebuah kemarahan yang dipendam akan sangat berdampak pada orang-orang sekitar. Tidak bisa dipungkiri bahwa sebuah luka bisa saja terjadi.
Keputusan yang dihasilkan oleh hati yang terluka akan menciptakan luka lain yang berkesinambungan, baik dalam diri maupun pada orang-orang sekitar. Disinilah iman akan mengambil peran penting.
Sebagaimana Tuhan telah mengampuni, pilihan terbaik ialah melakukan hal yang sama. Hanya perlu berfikir besar, mengingat ada hal-hal lain yang lebih penting dan prioritas untuk dipikirkan.
Hal-hal tersebut akan menyerap banyak energi. Kadang hanya perlu bertelut di hadapan Tuhan dan memohon pencerahan. Ingat, kemurkaan akan berdampak luas, bahkan seringkali tidak kita sadari. Amin
Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang