POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Belitung Timur memastikan seluruh jemaah haji dalam kondisi sehat walafiat menjelang pelaksanaan puncak ibadah wukuf di Padang Arafah, Arab Saudi, Selasa (26/5/2026).
Berdasarkan laporan terkini, seluruh jemaah haji asal Belitung Timur yang tergabung ke dalam Kelompok Terbang (Kloter) 7 PLM tersebut saat ini sudah menempati tenda-tenda di Arafah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Belitung Timur, Hasmaryati menjelaskan bahwa rombongan jemaah haji telah bergerak dan menempati Tenda Arafah sejak Senin (25/5/2026) kemarin.
"Alhamdulillah, untuk jemaah Belitung Timur yang tergabung dalam Kloter 7 PLM ini sampai sekarang dalam keadaan sehat walafiat. Posisi mereka sudah berada di tenda Arafah sejak kemarin," ujar Hasmaryati saat ditemui, Selasa (26/5/2026).
Asma mengatakan saat ini para jemaah sedang bersiap-siap di dalam tenda masing-masing guna menunggu detik-detik masuknya puncak ibadah wukuf. Puncak wukuf sendiri dijadwalkan akan berlangsung bertepatan dengan masuknya waktu zuhur Arab Saudi.
Adapun rangkaian ibadah utama yang akan dijalani oleh para jemaah haji di Padang Arafah dimulai dari mendengarkan khotbah wukuf secara khidmat.
"Kemudian nanti dilanjutkan dengan melaksanakan salat zuhur yang dijamak dengan salat asar," ucap Hasmaryati.
Setelah prosesi ibadah salat ditunaikan, Kemenhaj mengimbau para jemaah untuk fokus dan memanfaatkan waktu luang serta memperbanyak amalan ibadah individu di dalam tenda.
Para jemaah haji diminta untuk memperbanyak zikir, mengumandangkan kalimat talbiyah, serta memanjatkan doa secara khusyuk guna memohon ampunan kepada Allah SWT.
Hasmaryati mengatakan Kemenhaj Beltim terus melakukan pemantauan dan berkomunikasi langsung secara berkala dengan petugas kloter maupun jemaah di lapangan guna memastikan kelancaran fasilitas.
"Kami pantau langsung ke jemaah memanfaatkan waktu luang mereka di pagi hari waktu Arab Saudi agar tidak sampai mengganggu kekhusyukan mereka saat puncak ibadah nanti," jelasnya.
Sejauh ini, Hasmaryati mengonfirmasi belum ada keluhan krusial yang disampaikan oleh para jemaah haji asal Belitung Timur, baik mengenai fasilitas tenda maupun layanan konsumsi di Arafah.
Terkait adanya kabar duka mengenai satu orang jemaah haji asal Babel yang dilaporkan meninggal dunia beberapa waktu lalu, Hasmaryati memastikan hal tersebut tidak memengaruhi kondisi psikologis jemaah Beltim.
Mereka telah meminta jemaah Kloter 7 untuk bersama-sama mendoakan almarhumah agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah. Namun, secara umum mental jemaah Beltim tetap terpantau aman, tenang, dan lancar.
Meski begitu, tantangan terberat yang harus dihadapi oleh para jemaah di tanah suci saat ini adalah kondisi faktor cuaca dan suhu udara ekstrem yang diprediksi bisa merangkak naik hingga 45 derajat Celcius.
"Mengingat cuaca di sana itu cukup ekstrem, bisa mencapai 45 derajat Celcius, harapan kami jemaah tetap jaga fisik, batasi aktivitas luar ruangan yang tidak perlu, dan perbanyak minum air putih agar tidak dehidrasi," ungkap Hasmaryati.
Terakhir, Hasmaryati menitipkan pesan kepada seluruh sanak keluarga jemaah haji yang berada di kampung halaman agar tidak perlu merasa khawatir berlebihan.
"Kami mengimbau kepada pihak keluarga di tanah air untuk tetap konsisten mendoakan jemaah kita agar selalu diberi kelancaran, kesehatan, dan dapat kembali ke tanah air menjadi haji yang mabrur," tutupnya.
(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)