Mantan Admin Resmi Ditangkap Jadi Tersangka Kasus Penggelapan Uang, Fuji: Harusnya Lega Ya
Moch Krisna May 26, 2026 07:46 PM

 






TRIBUNSUMSEL.COM --
Pertemuan tak terduga antara selebgram Fujianti Utami alias Fuji dengan mantan admin media sosialnya di Polres Metro Jakarta Selatan sempat memicu ketegangan emosional.

Datang untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan penggelapan uang, Fuji mengaku syok dan dibuat campur aduk saat mendadak berpapasan dengan sosok yang dilaporkannya tersebut.

"Pas tadi lihat dia, karena aku enggak tahu ada dia di sini, rasanya kayak kesal banget. Kayak belum ikhlas," kata Fuji saat di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026) melansir Tribunnews.com.

Menurut Fuji, persoalan yang dihadapinya bukan hanya berkaitan dengan kerugian materi. 

Ia merasa lebih terluka karena menganggap kejadian tersebut sebagai bentuk pengkhianatan dari orang yang pernah berada dalam lingkaran kerjanya.

"Ini bukan sekadar uangnya aja ya, tapi semua perbuatan yang dia lakuin ke aku," katanya.

"Ngerasa tuh aku enggak terima aja diperlakukan seperti itu," tutur Fuji.

Fuji juga sempat memperhatikan ekspresi mantan adminnya dari kejauhan. Namun, ia memilih untuk tidak berinteraksi.

"Sempat lihat dari jauh, kayaknya dia nunduk aja. Aku kayak mau ngobrol juga enggak mau," ujarnya.

Meski masih menyimpan rasa kesal, Fuji mengaku mulai merasakan kelegaan setelah mengetahui mantan adminnya kini resmi ditetapkan sebagai tersangka.

"Harusnya lega ya, karena dia sudah menjadi tersangka mulai hari ini," ucap Fuji.

Sebelumnya, Fuji datang ke Polres Metro Jakarta Selatan bersama kuasa hukumnya, Sandy Arifin, untuk menyerahkan tambahan bukti dan memberikan keterangan tambahan kepada penyidik.

"Agendanya hari ini saya bersama Kak Fuji akan menghadap penyidik. Akan mengajukan beberapa tambahan keterangan dan juga ada beberapa barang bukti," kata Sandy.

Kasus ini bermula ketika Fuji melaporkan mantan admin media sosialnya pada Mei 2025 atas dugaan penggelapan uang senilai miliaran rupiah. Dugaan tersebut disebut berlangsung selama kurang lebih dua tahun.

Dalam kasus itu, pelaku diduga memanipulasi bukti transfer antar-klien untuk menutupi jejak. 

Saat Fuji meminta bukti pembayaran dari salah satu brand, pelaku disebut mengirimkan bukti transfer dari klien lain seolah dana tersebut telah masuk ke rekening Fuji.

(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.