Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Layanan bus angkutan kota antar provinsi (AKAP) dan angkutan dalam provinsi (AKDP) di Terminal Cicaheum akhirnya dialihkan ke Terminal Leuwipanjang, mulai Selasa (26/5/2026).
Keputusan tersebut dilakukan karena Terminal Cicaheum akan dijadikan depo Bus Rapid Transit (BRT), sehingga semua aktivitas atau layanan bus ini harus dialihkan demi mendukung proyek pemerintah pusat itu.
Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi mengatakan, terkait pengalihan bus ke Terminal Leuwipanjang itu pihaknya sudah mendapat surat edaran dari pemerintah pusat dan saat ini surat tersebut sudah ditindaklanjuti.
"Kemarin itu hasil rapat, sudah ada surat edaran dan ada tindaklanjutnya untuk seluruh bus AKAP maupun AKDP dialihkan ke Terminal Leuwipanjang," ujarnya saat dihubungi, Selasa (26/5/2026).
Baca juga: Pengalihan Bus AKAP Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang Mulai Berlaku, 80 Persen Armada Sudah Masuk
Meski demikian, masih terdapat aktivitas terbatas di area Terminal Cicaheum. Beberapa bus masih melintas untuk menurunkan atau menaikkan penumpang yang belum mengetahui perubahan lokasi keberangkatan.
Menurutnya, armada dari berbagai rute, termasuk yang sebelumnya menuju wilayah Garut, sudah tidak lagi beroperasi penuh di Cicaheum, kecuali kendaraan kecil seperti elf yang masih dalam proses penyesuaian.
"Kalau bus masih ada kami suruh untuk keluar langsung Leuwipanjang. Kalau untuk Armada yang ke daerah Garut kebetulan di sini sudah enggak ada untuk armada busnya, kecuali elf," ucapnya.
Dengan pengalihan layanan ini, kata Asep, pergerakan bus di Terminal Cicaheum yang sebelumnya mencapai puluhan armada, sudah sepenuhnya dipusatkan di Terminal Leuwipanjang.
Baca juga: Dampak Pembangunan BRT, 36 Trayek Bus di Terminal Cicaheum Siap Dialihkan ke Leuwipanjang
"Untuk jumlah armada yang dialihkan dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang per setengah hari ini sudah kisaran antara 85 armada sampai 100 armada," kata Asep.