TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -
Pembuatan Desain Folder Galeri/Museum Sejarah dan Budaya Indonesia Tionghoa
sebagai Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat
Dosen dan Mahasiswa Fakultas Humaniora dan Industri Kreatif
Universitas Kristen Maranatha
Oleh: Dr. Dra. Christine Claudia Lukman, M.Ds.
Pada tahun 2011 Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP) mendirikan Galeri/Museum Sejarah dan Budaya Indonesia Tionghoa di lantai 2 Gedung Graha Surya Priangan, Jalan Nana Rohana No. 37 Bandung. Tujuannya untuk melestarikan warisan budaya, mengedukasi masyarakat tentang akulturasi Tionghoa dan Indonesia, serta memperkenalkan sumbangsih etnis Tionghoa dalam pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan.
Sejalan perkembangan waktu, maka sejak 19 Januari 2020 dibangun gedung baru di Jalan Suryani Dalam 99/82 Bandung yang diilhami bangunan arsitektur Fujian Tulou yang merupakan rumah komunal unik berbentuk bulat (denah mirip donat) yang terdapat di Provinsi Fujian, Tiongkok.
Diharapkan pembangunannya selesai pertengahan tahun 2026. Gedung tersebut menampung segala aktivitas budaya Indonesia Tionghoa dalam konteks pelestarian dan pengembangan budaya. Selain terdapat ruang pameran dan perpustakaan, disediakan pula kelas-kelas untuk kursus Catur Gajah Xiangqi, Kaligrafi, Lukisan Gaya Tradisional, Alat Musik Tradisional: Guzheng, Alat Musik Tradisional: Erlhu dan Suling, Wushu: Wingchuan, Barongsai Remaja, Barongsai dan Liong, Seni Melipat Kertas, Seni Menggunting Kertas, Seni Simpul Tiongkok, Bahasa Mandarin (Hanyu), Bahasa Mandarin Remaja, Deklamasi Puisi Mandarin Remaja, dan Paduan Suara Mandarin Remaja.
Ruang pameran terdiri dari beberapa bagian yaitu: 1. SEJARAH (pra kolonial, kolonial, kebangkitan Asia/Nasional, persiapan proklamasi, perjuangan revolusi kemerdekaan, dan perjuangan mempersatukan NKRI), 2. KONTRIBUSI MASYARAKAT INDONESIA TIONGHOA DALAM MENGISI KEMERDEKAAN (keterlibatan dalam politik dan pemerintahan, kesehatan masyarakat, dan pelopor industri nasional), 3. TOKOH DAN KARYA KEMASYARAKATAN, serta 4. BUDAYA INDONESIA TIONGHOA (festival tahunan, busana peranakan Tionghoa, kuliner Indonesia Tionghoa).
Dalam rangka pembukaan gedung baru diperlukan folder berisi informasi terstruktur tentang koleksi, layanan dan fasilitasnya. Oleh karena itu pengurus Galeri/Museum Sejarah dan Budaya Indonesia Tionghoa (Bapak Dr. Ir. Sugiri Kustedja MT), meminta bantuan kepada para dosen dan mahasiswa Fakultas Humaniora dan Industri Kreatif, Universitas Kristen Maranatha untuk membuat desain folder baru yang merupakan pengembangan desain folder sebelumnya.
Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dalam beberapa tahap:
(1) briefing dari pihak Galeri/Museum Sejarah dan Budaya Indonesia Tionghoa kepada para dosen FHIK mengenai ukuran folder, referensi naskah dari booklet yang sudah ada, dan foto dari link, (
2) meringkas naskah dari booklet dan mencari foto yang berasal dari link yang dilakukan oleh para dosen,
(3) pengembangan 2 desain folder (sketsa) oleh mahasiswa yang didampingi oleh dosen di kampus, (
4) pemilihan desain folder oleh pihak Galeri/Museum Sejarah dan Budaya Indonesia Tionghoa,
(5) pembuatan final artwork dari desain terpilih oleh mahasiswa dan dosen, (6) penyerahan final artwork dari ketua PkM kepada Bapak Dr. Ir. Sugiri Kustedja MT.