Bupati Lutra Kurban 4 Ekor Sapi, Wabup 1 Ekor akan Disembelih Iduladha
Waode Nurmin May 26, 2026 08:12 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU UTARA - Jumlah hewan kurban di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, pada Iduladha 1447 Hijriah tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Pemerintah Kabupaten Luwu Utara mencatat sebanyak 1.760 ekor hewan kurban telah terdata hingga saat ini.

Data tersebut berasal dari 15 kecamatan di Luwu Utara.

Kabag Kesra Luwu Utara, Faisal, mengatakan Bupati Andi Abdullah Rahim menyumbang 4 ekor sapi.

Ditambah saudara Andi Abdullah Rahim, H A Syaifuddin dan Makole Baebunta A Syarifah dan Muhaemah Opu Daengna Putri menyumbang 2 ekor sapi.

Sementara wakilnya Jumail Mappile menyumbang 1 ekor sapi.

Kata Faisal, jumlah hewan kurban tahun ini meningkat cukup signifikan dibanding Iduladha tahun lalu.

“Data yang kami kumpulkan untuk saat ini total ada 1.601 ekor. Rinciannya 1.695 ekor sapi, 66 ekor kambing, dan 1 ekor kerbau,” kata Faisal kepada Tribun-Timur.com, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 13.46 Wita siang.

Menurutnya, jumlah tersebut bertambah di banding tahun sebelumnya.

Ia menyebut, pada Iduladha tahun lalu jumlah hewan kurban di Luwu Utara tercatat sekitar 1.463 ekor.

“Jumlah ini bertambah dibanding tahun lalu. Tahun lalu jumlah hewan kurban itu ada 1.400 ekor,” ujarnya.

Sementara itu, pelaksanaan Salat Iduladha tingkat Kabupaten Luwu Utara rencananya akan dipusatkan di Masjid Syuhada Masamba.

Pemkab Luwu Utara juga telah menetapkan imam dan khatib untuk pelaksanaan salat tersebut.

“Untuk Salat Ied Iduladha nanti akan dipusatkan di Masjid Syuhada Masamba. Imam Ustad Syaifuddin dan khatib Ustad Dr Abd Rahman Qayyum,” jelas Faisal.

Diketahui, ketersediaan hewan kurban di Sulawesi Selatan (Sulsel) terjamin.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Sulsel mencatat jumlah sapi, kambing dan kerbau cukup melimpah.

Sapi tersedia 81.875 ekor, kemudian untuk kerbau ada 5.354 ekor dan kambing 51.639 ekor.

"Ada 70 sampai 80 ribuan di Sulsel itu (sapi), pengalaman tahun lalu 50 ribuan saja terpotong di Sulsel, jadi itu cukup," kata Kepala Disnakeswan Sulsel Taufiq.

Jika dibandingkan kebutuhan sapi berkisar hanya 57 ribu ekor.

Kemudian untuk kerbau 41 ekor, dan kambing itu 4 ribu ekor.

Taufiq memprediksi pembelian hewan kurban masih akan meningkat hingga hari lebaran Idul Adha.

"Bahkan saya keliling ini masih lesu pembeli saya lihat. Biasanya mendekati beberapa hari bahkan ada setelah lebaran baru beli, karena tunggu harga yang stabil," akunya.

Taufiq menyebut ada kecenderungan masyarakat membeli hewan kurban tepat hari lebaran.

Faktornya terkait harga hewan kurban, yang diprediksi menurun pada hari lebaran maupun setelahnya.

Mengingat batas pemotongan hewan kurban tiga hari setelah lebaran.

Permintaan hewan kurban terbanyak di kota Makassar, Gowa dan Bone.

"Kalau kota Makasar untuk daerah penyuplai cukup banyak, salah satunya ada dari Sinjai. Kalau Gowa dan Bone, biasanya langsung," ujarmys.

Mereka tidak mengambil dari luar, karena ketersediaan mereka mencukupi apalagi kalau Bone.

Sebagai daerah yang ternaknya cukup banyak, dan biasanya mereka menyuplai ke daerah," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Sriyanti Haruni saat dikonfirmasi juga.

Terkait kewaspadaan penyakit hewan ternak menjelang Idul Adha, Sriyanti menyatakan pihaknya sudah mengeluarkan surat kewaspadaan tentang pengendalian penyakit.

"Kami tidak hanya antraks saja tetapi kan ada penyakit PMK (penyakit mulut dan kuku) yang kita tahu baru-baru Kami juga minta kewaspadaan masyarakat untuk mewaspadai penyakit-penyakit tersebut," jelasnya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.