Korea Selatan Siapkan Kapal Selam Nuklir pada 2030 Hadapi Ancaman Korea Utara, AS Beri Lampu Hijau
Nathanael MoerRahardian May 26, 2026 09:42 PM

- Pemerintah Korea Selatan menyatakan akan mengembangkan dan meluncurkan kapal selam bertenaga nuklir pertamanya pada pertengahan 2030.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari program pertahanan baru untuk menghadapi ancaman nuklir dan rudal yang diluncurkan Korea Utara melalui kapal selam.

Pernyataan itu disampaikan para pejabat pada Selasa (26/5/2026), di tengah meningkatnya ketegangan militer di Semenanjung Korea.

Pada hari yang sama, Korea Utara kembali meluncurkan sejumlah proyektil.

Termasuk rudal balistik, ke arah Laut Kuning dalam rangkaian uji coba militer terbaru.

Menteri Pertahanan Korea Selatan Ahn Gyu-back menegaskan bahwa negaranya akan mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir dengan teknologi sendiri.

Hal itu ia sampaikan dalam pertemuan strategi pertahanan yang juga dihadiri Presiden Lee Jae Myung.

Seoul diketahui telah lama berupaya memiliki kapal selam bertenaga nuklir untuk menyeimbangkan kekuatan militer dengan Korea Utara.

Namun, upaya tersebut selama ini dibatasi oleh perjanjian kerja sama nuklir dengan Amerika Serikat.

Presiden Lee Jae Myung menyatakan bahwa kapal selam bertenaga nuklir tersebut akan dibangun berdasarkan aliansi kuat Korea Selatan dan Amerika Serikat.

"Kapal selam bertenaga nuklir, yang akan dibangun atas dasar aliansi kuat Korea Selatan-AS, adalah simbol tekad kami untuk bertanggung jawab atas perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea," kata Presiden Lee Jae Myung.

Sebelumnya, pada November 2025, Lee juga menyebut bahwa Korea Selatan telah memperoleh persetujuan Amerika Serikat untuk memproduksi kapal selam bertenaga nuklir.

Persetujuan tersebut mencakup izin pengayaan uranium serta pengolahan ulang bahan bakar nuklir bekas.


© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.