TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran mengisyaratkan perombakan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalteng masih akan berlanjut.
Bahkan, rotasi jabatan disebut bisa menyasar hampir seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) melalui mekanisme job fit dan seleksi terbuka.
Hal itu disampaikan Agustiar usai melantik enam pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, proses pelantikan pejabat dilakukan sesuai tahapan dan ketentuan yang berlaku.
Mulai dari job fit, seleksi terbuka (selter), hingga persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Ini kan ikuti peraturan yang sudah dijalankan dari sebelumnya sampai sekarang, tentunya ada tahapannya. Tahapannya itu job fit, kemudian ada seleksi terbuka bagi yang dilantik,” ujarnya.
Baca juga: Daftar Lengkap 6 Posisi Reshuffle Jilid II oleh Gubernur Kalteng: Kadisdik, Inspektorat hingga Kesra
Ia menjelaskan, pelantikan kali ini sebenarnya sempat tertunda karena masih menunggu proses seleksi terhadap sejumlah peserta.
“Harusnya kemarin sudah dilantik, tapi karena yang ikut selter ada tujuh orang, jadi kami tunggu,” katanya.
Saat ditanya terkait kemungkinan adanya rotasi lanjutan di lingkungan Pemprov Kalteng, Agustiar menyebut perombakan pejabat berpotensi terjadi di hampir seluruh OPD.
“Mungkin hampir semua ya,” ucapnya.
Menurut Agustiar, evaluasi terhadap pejabat akan terus dilakukan berdasarkan capaian kinerja dan menyesuaikan aturan yang berlaku.
“Bisa saja enam bulan, bahkan bisa lebih cepat, mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.
Ia juga menegaskan tidak ada kepala OPD di lingkungan Pemprov Kalteng yang akan menjabat terlalu lama tanpa evaluasi.
“Tolong dicatat, tidak ada kepala OPD yang menjabat lebih dari dua tahun,” tegasnya.
Selain proses administratif, Agustiar mengaku ikut terlibat langsung dalam tahapan seleksi pejabat melalui wawancara individu maupun kelompok.
Menurutnya, proses tersebut dilakukan untuk melihat kemampuan sekaligus kecocokan calon pejabat dengan arah kebijakan pemerintah daerah.
“Kami ingin ada chemistry antara pimpinan-pimpinan itu. Makanya wawancaranya mendalam,” ujarnya.
Agustiar berharap pejabat yang dilantik mampu menjalankan visi-misi pemerintah daerah serta mendukung program prioritas nasional tanpa memandang kelompok tertentu.
Ia juga mengingatkan jabatan bukanlah simbol kekuasaan, melainkan amanah untuk melayani masyarakat.
“Kadang ada yang berpikir setelah dilantik menjadi pejabat, seolah-olah menjadi bos. Sebenarnya bukan begitu," tegasnya.
"Mereka dilantik itu, bosnya rakyat, bukan mereka menjadi bos atas rakyat,” pungkasnya.
Berikut pejabat yang dilantik jilid II:
1. Eko Sulistiono sebagai Inspektur Daerah Provinsi Kalimantan Tengah.
- Sebelumnya menjabat: Inspektur Pembantu Wilayah I pada Inspektorat Kalteng
2. Muhammad Reza Prabowo sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.
- Sebelumnya menjabat Plt Kepala Dinas Pendidikan Kalteng
3. Agus Candra sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah.
- Sebelumnya menjabat Kepala Bidang Pemberdataan Pemuda pada Dinas Pemuda dan Olahraga Kalteng
4. Rangga Lesmana sebagai Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah.
- Sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindusterian Kalteng
5. Betri Susilawati sebagai Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah.
- Sebelumnya menjabat Kepala Bagian Kelembagaan dan Analis Jabatan pada Biro Organisasi Sekretariat Daerah Kalteng
6. Dr Rus’ansyah sebagai Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah.
- Sebelumnya menjabat penelaah teknis kebijakan pada Biro Kesejahteraan Setda Kalteng.
(TribunKalteng.com)