3 Tahun Tidur di Atas Air, Kisah Keluarga di Cirebon yang Rumahnya Tak Pernah Kering dari Banjir Rob
Dwi Yansetyo Nugroho May 27, 2026 03:11 AM

 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Potret memilukan terjadi di pesisir timur Kabupaten Cirebon.

Selama tiga tahun terakhir, satu dari sejumlah keluarga di Desa Ambulu, Kecamatan Losari, terpaksa hidup di tengah kepungan banjir rob yang tak pernah benar-benar surut.

Di rumah sederhana bercat hijau itu, Salman Alfarisi (40) bersama kedua orang tua dan satu saudaranya menjalani hari-hari dengan lantai rumah yang terus terendam air setinggi sekitar 70 sentimeter.

Baca juga: Panduan Lengkap dan Bacaan Shalat Idul Adha Hari Ini 27 Mei 2026 Secara Berjamaah


Bahkan untuk sekadar tidur, mereka harus menaikkan amben agar tubuh mereka tidak menyentuh genangan air laut yang masuk ke dalam rumah setiap hari.

“Ya, ini seperti terendam banjir terus, Pak. Tiap hari enggak surut-surut,” ujar Salman saat diwawancarai, Selasa (26/5/2026) malam.

Bagi Salman, banjir rob bukan lagi bencana musiman.

Air laut kini seperti menjadi bagian permanen dari rumahnya. 

Baca juga: NASKAH Khutbah Idul Adha 1447 H Hari Ini: Rahasia Keluarga Tangguh dari Teladan Nabi Ibrahim AS


Selama lebih dari tiga tahun, keluarganya hidup berdampingan dengan air keruh yang memenuhi hampir seluruh ruangan rumah.

“3 tahun lebih, Pak. Iya, lebih malah,” ucapnya lirih, saat ditanya sudah berapa lama banjir tak surut.

Dari pantauan di lokasi, kondisi rumah Salman terlihat memprihatinkan.

Air keruh menggenangi ruang tamu, kamar tidur hingga dapur.

Baca juga: NASKAH Khutbah Idul Adha 1447 H Hari Ini: Spirit Nabi Ibrahim dan Relevansinya bagi Generasi Kini


Kursi-kursi plastik, tabung gas LPG, rak piring, hingga perabot rumah tangga lain terlihat terendam.

Di kamar tidur, sebuah amben kayu sengaja ditinggikan agar bisa digunakan untuk beristirahat.

Kasur diletakkan lebih tinggi dari permukaan air, sementara kaki-kaki tempat tidur tetap terendam genangan rob.

“Tidurnya di atas air,” jelas dia, pelan.

Baca juga: NASKAH Khutbah Idul Adha 1447 H Hari Ini: Spirit Nabi Ibrahim dan Relevansinya bagi Generasi Kini


Kalimat singkat itu menggambarkan kerasnya kehidupan yang dijalani keluarga tersebut.

Saat malam tiba, mereka tidur di atas amben sambil mendengar suara cipratan air yang tak pernah pergi dari dalam rumah.

Untuk berpindah ruangan, Salman dan keluarganya harus berjalan perlahan menerobos air di dalam rumah mereka sendiri.

Aktivitas sehari-hari menjadi sangat terbatas dan jauh dari kata nyaman.

Baca juga: NASKAH Khutbah Idul Adha 1447 H Hari Ini: Rahasia Keluarga Tangguh dari Teladan Nabi Ibrahim AS


“Ya, terganggu sih Pak aktivitasnya,” katanya.

Tak hanya mengganggu aktivitas, kondisi lingkungan yang lembab dan kotor juga membuat keluarga Salman rentan terkena penyakit kulit dan infeksi.

Rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman dan nyaman kini berubah menjadi ruang penuh ancaman kesehatan.

Meski sudah berkali-kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah, Salman mengaku belum merasakan adanya penanganan nyata yang mampu mengatasi banjir rob di wilayah pesisir Desa Ambulu.

Baca juga: Panduan Lengkap dan Bacaan Shalat Idul Adha Hari Ini 27 Mei 2026 Secara Berjamaah


“Harapannya ya jangan sampai banjir lagi lah, Pak,” ujarnya, penuh harap.

Dari pantauan juga, tampak sejumlah barang rumah tangga sengaja diletakkan di tempat lebih tinggi untuk menghindari genangan air.

Sebuah kursi plastik bahkan ditaruh di atas meja untuk menopang ember dan peralatan dapur agar tidak ikut terendam.

Di ruang keluarga, televisi tabung diletakkan di atas meja kayu agar tetap aman dari air yang menggenang di seluruh lantai rumah.

Baca juga: NASKAH Khutbah Idul Adha 1447 H Hari Ini: Rahasia Keluarga Tangguh dari Teladan Nabi Ibrahim AS


Sementara di sudut lain, tabung gas LPG dan galon air terlihat dikelilingi banjir setinggi betis orang dewasa.

Kondisi ini bukan hanya dialami Salman seorang.

Ribuan warga di kawasan pesisir Desa Ambulu juga menghadapi ancaman serupa akibat rob yang terus datang dan tak kunjung teratasi.

Baca juga: NASKAH Khutbah Idul Adha 1447 H Hari Ini: Rahasia Keluarga Tangguh dari Teladan Nabi Ibrahim AS

Warga berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi segera mengambil langkah nyata untuk menangani banjir rob yang semakin parah.

Sebab jika terus dibiarkan, bukan hanya rumah warga yang rusak, tetapi juga kesehatan, mental, hingga masa depan masyarakat pesisir. 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.