Niat dan Tata Cara Salat Idul Adha, Ini Amalan Sunnah yang Bisa Dilakukan, Boleh Makan & Minum Dulu?
ninda iswara May 27, 2026 03:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Salat Idul Adha menjadi salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan umat Muslim pada 10 Dzulhijjah.

Pelaksanaan salat ini dimulai sejak matahari terbit hingga sebelum masuk waktu Zuhur pada hari yang sama.

Dalam ajaran Islam, hukum melaksanakan salat Idul Adha adalah sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan.

Momentum Hari Raya Idul Adha juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk meraih keridhaan serta pahala dari Allah SWT.

Shalat Idul Adha dianjurkan dikerjakan lebih awal setelah matahari terbit agar pelaksanaannya lebih utama.

Waktu pelaksanaan yang lebih pagi memberi kesempatan luas bagi masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah kurban setelah salat selesai.

Baca juga: Jangan Sampai Keliru! Ini 4 Larangan Bagi Orang yang Berkurban saat Idul Adha, Tidak Memotong Kuku

Karena itu, umat Muslim disarankan tidak menunda pelaksanaan salat Idul Adha hingga mendekati waktu Zuhur.

Salat Idul Adha dapat dilaksanakan secara berjamaah di masjid maupun lapangan terbuka bersama masyarakat.

Selain berjamaah, salat Idul Adha juga tetap diperbolehkan dikerjakan sendiri di rumah apabila memiliki alasan tertentu.

Jumlah rakaat dalam salat Idul Adha terdiri dari dua rakaat yang dilengkapi dengan bacaan niat serta sejumlah amalan sunnah lainnya.

Tata Cara Salat Idul Adha

Berikut tata cara salat Idul Adha sebagaimana dilansir buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Drs. Moh. Rifa’i:

1. Niat;

Niat Salat Idul Adha Sendiri

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ للهِ تَعَالَى
Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aalaa.

Artinya:

"Aku berniat Sholat sunah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala."

Niat Salat Idul Adha Berjamaah

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) للهِ تَعَالَى
Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati (makmuman/imaaman) lillaahi ta’aalaa.

Artinya:

"Aku berniat Sholat sunah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala."

2. Takbiratul Ihram;

3. Doa Iftitah;

4. Takbir 7 Kali, dan setelah takbir disunahkan membaca:

Subhanallah walhamdu lillah wala ilaha ilallahu wallahu akbar

5. Al-Fatihah;

6. Membaca surat Alquran, lebih utama membaca Qaf atau Al-A'la;

7. Sempurnakan rakaat pertama seperti dalam salat lainnya;

8. Berdiri untuk rakaat kedua;

9. Takbir 5 Kali, dan setelah takbir disunahkan membaca:

Subhanallah walhamdu lillah wala ilaha ilallahu wallahu akbar

10. Al-Fatihah;

11. Membaca surat Alquran, lebih utama membaca Al-Ghasyiah;

12. Sempurnakan seperti dalam salat lainnya;

13. Salam;

14. Khutbah Idul Adha.

Khutbah pertama membaca takbir sembilan kali.

Sementara, pada khutbah kedua membaca takbir tujuh kali.

Apabila salat Idul Adha dikerjakan berjamaah di rumah dan ada yang memiliki kemampuan menyampaikan khutbah, maka sebaiknya disertai dengan khutbah.

Adapun khutbah salat Idul Adha berisi penerangan tentang ibadah haji dan hukum kurban.

Baca juga: Jokowi Akan Solat Idul Adha di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Disebut Akan Berbaur di Saf Reguler

IDUL ADHA 2026
IDUL ADHA 2026 (TribunManado/Erlina Langi)

Amalan Sunnah Salat Idul Adha

Dilansir laman kepri.kemenag.go.id, berikut sejumlah amalan sunnah salat Idul Adha:

1. Mandi sebelum Salat Idul Adha

Disebutkan dalam beberapa hadits bahwa Nabi Muhammad SAW mandi pada hari Idul Fitri dan Idul Adha.

2. Memakai Pakaian yang Terbaik dan Wewangian

Dianjurkan mengenakan pakaian terbaik dan wewangian untuk melaksanakan salat Idul Adha.

Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata:

"Rasulullah SAW menyuruh kami agar memakai pakaian terbaik dan wewangian terbaik yang kamu miliki pada dua hari raya." (HR. Al-Hakim).

3. Mengumandangkan Takbir

Takbiran Idul Adha dilakukan sejak waktu fajar pada hari Arafah atau tanggal 9 Dzulhijjah hingga akhir hari tasyrik tanggal 13 Dzulhijjah.

4. Melaksanakan Salat Idul Adha

Sebagaimana hadits dari Ibnu Umar Ra, bahwa Rasulullah SAW, Abu Bakar, dan Umar Ra, mereka biasa melakukan shalat dua hari raya sebelum berkhutbah. (HR Al Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan Muslim).

5. Makan setelah Salat Idul Adha

Disunnahkan menunda makan sebelum berangkat salat Idul Adha sebagaimana diriwayatkan oleh Budairah bahwa Rasulullah SAW tidak berangkat pada hari Idul Fitri sebelum makan terlebih dahulu dan beliau tidak makan pada waktu Idul Adha kecuali setelah pulang dari salat Idul Adha.

6. Pergi dan Pulang Mengambil Jalan yang Berbeda

Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits disampaikan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat ‘Id, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang.“ (HR Al Bukhari).

(TribunTrends/Tribunnews/Nuryanti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.