Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Isya Anshori
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Masjid Agung An Nuur Pare kembali menerima bantuan hewan kurban dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, pada momentum Idul Adha 2026.
Dua ekor sapi bantuan tersebut dijadwalkan disembelih usai pelaksanaan salat Idul Adha dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Baca juga: Wali Kota Batu Jalani Puncak Ibadah Haji, Tak Ada Sekat dengan Jemaah Lain
Tahun ini, masjid yang berada di Jalan Matahari No 2 Puhrejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, ini kembali dipercaya menjadi lokasi penyaluran hewan kurban dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Kediri.
Bantuan tersebut disambut baik oleh pengurus takmir masjid maupun warga sekitar.
Takmir Masjid Agung An Nuur Pare, Dafid Fuadi mengatakan, pada Idul Adha tahun ini, pihaknya menerima masing-masing satu ekor sapi dari Gubernur Jawa Timur dan Bupati Kediri.
"Hari ini datang satu sapi dari Bupati Kediri dan satu sapi dari Gubernur Jawa Timur," jelas Dafid, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, proses penyembelihan hewan kurban akan langsung dilakukan setelah pelaksanaan salat Idul Adha di area Masjid Agung An Nuur Pare.
"Setelah salat Id langsung dilakukan penyembelihan," imbuhnya.
Meski demikian, Dafid mengaku, hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi resmi terkait agenda kehadiran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kediri saat pelaksanaan salat Idul Adha di Masjid Agung An Nuur Pare.
"Kami belum menerima info resmi," tuturnya.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, Masjid Agung An Nuur Pare kali ini tidak menjadi lokasi penyembelihan sapi bantuan Presiden RI Prabowo Subianto.
Untuk Idul Adha tahun 2026 ini, bantuan sapi presiden dijadwalkan disembelih di Masjid Jami' At Taqwa, Kecamatan Mojo.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri memastikan seluruh hewan kurban bantuan pemerintah telah melalui pemeriksaan kesehatan secara ketat sebelum diserahkan ke lokasi penyembelihan.
Kepala Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Kediri, Istar Abadi, menegaskan bahwa pemeriksaan dilakukan guna memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Istar menjelaskan, perawatan kesehatan terhadap sapi kurban telah dilakukan jauh hari sebelum Idul Adha, mulai dari vaksinasi hingga pengobatan cacing.
"Terkait status kesehatannya memang jauh-jauh hari sudah ada program vaksinasi, pengobatan cacing dan sebagainya," jelas Istar.
Menurutnya, hewan kurban yang akan disembelih sudah tidak lagi mendapatkan perlakuan medis dalam dua pekan terakhir.
Gunanya untuk memastikan tidak ada residu obat pada daging maupun karkas hewan.
"Sehingga diharapkan daging dan karkasnya tidak ada residu apapun dan layak dikonsumsi," paparnya.
DKPP Kabupaten Kediri juga menerjunkan tim pemantau kesehatan hewan kurban di seluruh kecamatan selama Idul Adha 2026.
Petugas akan melakukan pemeriksaan antemortem sebelum penyembelihan serta postmortem setelah penyembelihan dilakukan.
Dalam pelaksanaannya, DKPP turut dibantu mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (FKH Unair) sebanyak 24 orang yang difokuskan di wilayah Puskeswan Purwoasri dan dibagi ke enam kecamatan.
"Minimal setiap kecamatan ada satu petugas yang melakukan pemantauan pemotongan hewan kurban di wilayah masing-masing," ungkapnya.
Pemantauan kesehatan hewan kurban tersebut diprioritaskan pada hari pertama Idul Adha.
Namun, apabila masih terdapat penyembelihan hingga hari tasyrik kedua dan ketiga, DKPP memastikan, pendampingan dan pemeriksaan tetap akan dilakukan.