Diawali dengan aksi damai dengan berjalan kaki dari Gedung DPRD menuju kantor Pemerintah Kabupaten Ponorogo, yang dilakukan ribuan guru tidak tetap (GTT) non-Dapodik di Kabupaten Ponorogo.
Selanjutnya ada daftar enam Wali Kota Pasuruan setelah era reformasi beserta sosok dan profil singkat, perjalanan karier, dan kiprahnya di dunia politik maupun pemerintahan.
Terakhir terjadinya kecelakaan maut di Jalan Raya Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Senin (25/5/2026) malam sekitar pukul 19.00 WIB.
Berikut selengkapnya:
Baca juga: Jatim Terpopuler: ART Curi Emas dan Uang Dolar Majikan hingga Warga Jombang Patungan untuk Cor Jalan
Ribuan guru tidak tetap (GTT) non-Dapodik di Kabupaten Ponorogo menggelar aksi damai dengan berjalan kaki dari Gedung DPRD menuju kantor Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Selasa (26/5/2026).
Mereka menuntut pemerintah daerah segera membuka regulasi agar keberadaan guru honorer non-Dapodik diakui dan dimasukkan ke dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Pantauan TribunJatim.com, bahwa ribuan GTT Non Dapodik Ponorogo berkumpul di depan Gedung DPRD Ponorogo, Jalan Alun-Alun Timur, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jatim.
Mereka menggunakan kemeja putih. Di kiri lengan mereka terpasang pita berwarna hitam.
Ribuan GTT Non Dapodik itu membawa banner dengan berbagai tulisan. “Kami Guru Honorer Kabupaten Butuh Kepastian”. “Jangan putuskan harapan kami. Beri solusi guru Non Dapodik”
“Kami nyata kami ada”, “Berikan hak kami sepenuhnya”, “Perhatikan nasib kami! Guru Non Dapodik juga mengabdi untuk negeri”, “Kerja sama rata hak sama rasa”
Saat di depan Gedung DPRD Ponorogo, mereka ditemui oleh Ketua Komisi D DPRD Ponorogo, Riyanto dan Wakil Ketua Komisi D DPRD, Ribut Riyanto.
Pasca itu, ribuan Guru Non Dapodik ke kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dengan berjalan. Tidak ada riuh suara-suara atau orasi.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Kota Pasuruan dipimpin oleh sejumlah tokoh dengan latar belakang yang beragam, mulai dari politisi, pengusaha, aktivis organisasi, hingga tokoh nasional.
Perjalanan para wali kota tersebut turut memberi warna dalam dinamika pemerintahan dan pembangunan Kota Pasuruan dari masa ke masa.
Berikut daftar enam Wali Kota Pasuruan setelah era reformasi beserta sosok dan profil singkat, perjalanan karier, dan kiprahnya di dunia politik maupun pemerintahan.
Aminurokhman merupakan salah satu tokoh yang cukup berpengaruh dalam perjalanan pemerintahan Kota Pasuruan.
Ia menjabat sebagai Wali Kota Pasuruan selama dua periode, yakni 2000–2005 dan 2005–2010.
Pria kelahiran 12 Februari 1962 tersebut mengawali karier politiknya melalui organisasi Nahdlatul Ulama (NU).
Ia juga pernah aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) semasa kuliah.
Pendidikan dasarnya ditempuh di Pasuruan sebelum melanjutkan studi ekonomi dan manajemen di Universitas Wijaya Putra.
Sebelum menjadi wali kota, Aminurokhman pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Pasuruan periode 1999–2000.
Karier politiknya terus berkembang, mulai dari kader PKB hingga menjadi salah satu pendiri Partai NasDem di Jawa Timur.
Selain itu, ia juga pernah menjabat Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Senin (25/5/2026) malam sekitar pukul 19.00 WIB.
Insiden tersebut melibatkan sepeda motor Honda Beat dan sebuah truk Mitsubishi yang melaju dari arah berlawanan.
Dalam peristiwa itu, pemotor bernama Widiastono (37), warga Dusun Bandaran, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah yang dideritanya.
Putranya, Muhammad Reiga Al Karim (7), yang sempat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Dian Husada Mojokerto, juga dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (26/5/2026) dini hari.
Sementara itu, istri korban, Ina Marlina (35), yang turut berada di sepeda motor tersebut, dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sepeda motor Honda Beat bernomor polisi S-2596-ZG melaju dari arah barat menuju timur.
Pada saat bersamaan, truk Mitsubishi bernopol AD-8459-OY yang dikemudikan Agus Priyono (48), warga Kabupaten Sragen, melaju dari arah timur ke barat.
Kedua kendaraan kemudian terlibat tabrakan di lokasi kejadian.
Petugas Satlantas Polres Jombang yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengevakuasi korban.
BACA SELENGKAPNYA >>>