TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Petugas Posmat Gunung Iya Ende, Robertus Belarminus Dua, melaporkan kondisi gunung itu selama 24 jam terakhir, Selasa (26/5/2026) periode 00.00-24.00 Wita.
Gunung Api Iya terletak di Kecamatan Ende Selatan Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.897°LU, Longitude 121.645°BT dan memiliki ketinggian 637 mdpl.
Saat ini Gunung Iya Ende status Waspada atau Level II.
"Berdasarkan pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga mendung, angin lemah hingga kencang ke arah timur laut, timur, tenggara dan selatan,"tulis dia dikutip dari laman magma.esdm.go.id Rabu (27/5/2026).
Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan klimatologi, cuaca cerah hingga mendung, angin lemah hingga kencang ke arah timur laut, timur, tenggara dan selatan. Suhu udara sekitar 24.1-27°C. Kelembaban 68.3-77.5 persen. Tekanan udara 756.1-756.8 mmHg.
Baca juga: Gunung Iya Ende 1 Kali Gempa Tektonik Lokal 3 Kali Tektonik Jauh
Ia juga menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan Gunung Iya 1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 3.06 mm, S-P 1 detik dan lama gempa 15.05 detik.
4 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2.72-6.54 mm, S-P 11.56-52.68 detik dan lama gempa 53.41-160.8 detik.
Rekomendasi
1) Masyarakat di sekitar G.Iya dan Pengunjung/wisatawan di rekomendasikan agar tidak mendekati kawasan dan tidak melakukan aktifitas baik darat dan laut dalam radius 2 km dari kawah Aktif Gunung IYA, serta tidak mendekati lubang tembusan gas yang berada di sekitar kawah untuk menghindari potensi bahaya gas beracun.
Larang Naik ke Puncak
Sebelumnya, Status aktivitas Gunung Iya di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga awal Mei 2026 berada pada Level II atau Waspada.
Pada Januari 2025 lalu, Badan Geologi menurunkan status aktivitas Gunung Iya dari Siaga ke Waspada dengan rekomendasi masyarakat di sekitar gunung dan pengunjung tidak melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif.
Meski ada larangan dari PVMBG para pendaki nekat mendaki gunung dengan status Waspada itu. Hal ini disampaikan Kepala Pos Pemantau Gunung Api dan Mitigasi Gerakan Tanah Wilayah NTT dan NTB, Gele Radja Arios, kepada TribunFlores.Com, Minggu (3/5/2026).
"Hampir setiap hari ada yang naik (mendaki). Lihat di TikTok (viral),"kata Arios.
Ia meminta para pengunjung dan masyarakat sekitar untuk mematuhi larangan dari PVMBG untuk tidak mendekati radius yang dilarang dan lubang tembusan di sekitar kawah.
"Tidak boleh ada pendakian ke puncak. Takut bukan hanya erupsi saja tapi ada bahaya lain seperti gas beracun. Risiko pelepasan gas beracun seperti (SO2) dan (H2S) di sekitar pusat berbahaya untuk keselamatan," kata Arios.
Jalur utama pendakian ke Gunung Iya melalui Kampung Rate di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Ende Selatan. Jalur ini lebih dekat dari jalur alternatif lain.
Arios mengungkapkan, pada Jumat (1/5/2026) lalu, sekelompok pengunjung yang hendak mendaki Gunung Iya dari Kampung Rate dicegat Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan pemerintah desa setempat.
Untuk mengantisipasi aktifitas pendakian ke puncak Gunung Iya, kata Arios, PVMBG berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah desa untuk mengawasi dan memperketat izin pendakian.