TRIBUNNEWS.COM - Tuan rumah Piala Dunia 2026, Amerika Serikat, akhirnya memiliki skuad komplet yang akan tampil di ajang tersebut.
Pelatih Mauricio Pochettino memanfaatkan waktu hingga 26 Mei untuk merampungkan skuad yang dipilihnya.
Di dalam skuad tersebut, masih ada nama-nama populer yang akan membela Amerika Serikat.
Sosok seperti Christian Pulisic, Weston McKennie, hingga Gio Reyna masih menjadi pilihan pelatih asal Argentina itu.
Meski demikian, Poch tetap tak lepas dari beragam cibiran setelah menentukan skuad yang dibawa.
Bukan soal pemain yang dibawa atau yang ditinggal dari skuad Paman Sam.
Baca juga: Scaloni Tak Panik Messi Cedera, Susun Program Kerja Khusus La Pulga di Piala Dunia 2026
Hal itu lebih kepada cara Pochettino mendekati para pemain yang tak berhasil mengamankan tempat di tim utama.
Sama seperti kebanyakan tim, Pochettino sempat mengeluarkan skuad sementara yang berisikan 55 pemain untuk dibawa ke Piala Dunia 2026.
Pada akhirnya Pochettino merampingkan itu semua dengan hanya membawa 26 pemain, sama seperti peraturan yang dibuat FIFA.
Artinya, ada 29 pemain yang dicoret eks pelatih Spurs itu untuk finalisasi tim yang akan tampil di ajang sepak bola empat tahunan.
Ternyata Pochettino memilih tak berbicara atau melakukan komunikasi intens dengan para pemain yang tak terpilih.
Ia memiliki alasan tersendiri untuk tak menjalin komunikasi dengan para pemain tak terpilih tersebut.
Dari sudut pandangnya, Pochettino yakin para pemain itu tak mau mendengar alasannya tak menyertakan diri mereka di dalam skuad.
Untuk itu, Pochettino juga tak mau membuang energi untuk melakukan hal tersebut.
Ia mengaku akan merasa sangat egois saat memilih untuk berbicara soal itu kepada para pemain.
Pada saat yang sama, ia tetap merasakan iba kepada pemain yang tak masuk daftar pilihannya.
"Para pemain yang tidak masuk skuad tidak ingin mendengar saya meminta maaf," kata Pochettino dikutip dari Guardian.
"Saya peduli. Kamu tahu kenapa saya peduli? Selama dua minggu saya tidak bisa tidur."
"Dan bahkan hari ini, saya tidak bisa terlalu senang dengan 26 pemain yang ada di depan saya karena saya masih memikirkan para pemain yang tidak masuk. Itulah yang namanya peduli."
"Kalau saya menelepon, saya akan bilang, ‘Saya sangat manusiawi saat menelepon dan memberikan penjelasan.’”
"Ayolah, tidak seperti itu caranya. Itu semua hanya omong kosong," paparnya.
Pendekatan Pochettino itu mendapatkan reaksi keras dari mantan pemain Timnas Amerika Serikat, Herculez Gomez.
Gomez memandang Poch seperti tak punya hati dan empati kepada para pemain tersebut.
Pasalnya para pemain tersebut sudah berjuang keras untuk memberikan impresi kuat agar bisa bermain di Piala Dunia 2026.
Namun usaha mereka seperti tak dihargai dengan tidak adanya penjelasan dari tim pelatih setelah mereka dicoret.
"Ini benar-benar tidak berempati. Ia tidak punya hati untuk memperlakukan para pemain seperti itu," kata Gomez.
"Mereka memberikan segalanya di lapangan."
"Diego Luna (tidak dipanggil ke timnas) adalah pemain dengan jumlah pertandingan terbanyak kedua dari seluruh nama yang dibawa ke Piala Dunia."
"Bahkan ada iklan yang menampilkan dirinya saat melawan Brasil. Mereka tidak masalah memajang sang pemain untuk mendapatkan pemasukan, tetapi tidak punya hati untuk memberikan alasan mengapa dirinya tak masuk skuad?"
"Jelas dia membutuhkan penjelasan itu," paparnya.
Kiper: Chris Brady, Matt Freese, Matt Turner
Bek: Max Arfsten, Sergino Dest, Alex Freeman, Mark McKenzie, Tim Ream, Chris Richards, Antonee Robinson, Miles Robinson, Joe Scally, Auston Trustty
Tengah: Tyler Adams, Sebastian Benhalter, Weston McKennie, Christian Roldan, Brenden Aaronson, Malik Tillman
Depan: Christian Pulisic, Gio Reyna, Timothy Weah, Alejandro Zendejas, Folarin Balogun, Ricardo Pepi, Haji Wright
(Tribunnews.com/Guruh)