Sapi Kurban Presiden dari Banyumas Dibeli Rp128 Juta, Achmad: "Tidak Sia-sia Ngarit"
muslimah May 27, 2026 12:56 PM

Sapi Kurban Presiden dari Banyumas Dibeli Rp128 Juta, Achmad: "Tidak Sia-sia Ngarit"


TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO -  Perjuangan Achmad Ghozi Alfatah merawat sapi campuran antara Limosin dan Simental selama hampir empat tahun akhirnya berbuah manis.

Sapi milik peternak asal Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas itu terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI, Prabowo Subianto pada Idul Adha 1447 Hijriah.

Di balik tubuh sapi berbobot sekitar 1,1 ton tersebut, tersimpan kisah ketelatenan seorang peternak yang setiap hari merawat ternaknya dengan pakan dan ramuan khusus.

"Tidak sia-sia ngaritnya itu loh. Bisa terpilih seperti ini," ujar Ahmad Fatah saat ditemui usai proses penyerahan sapi kurban Presiden di Masjid Wakaf Al Istiqomah, Kauman Lama, Kelurahan Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Timur, Rabu (27/5/2026)

Baca juga: Di Hadapan Jamaah Salat Iduladha, Bupati Banyumas Umumkan Insentif Guru Ngaji dan Ponpes

Ahmad mengaku awalnya tidak menyangka sapi ternaknya akan dipilih oleh Presiden RI.

Ia pertama kali mendapat kabar dari pihak kementerian hingga perwakilan Istana Kepresidenan.

"Awalnya dari perwakilan gitu siapa, kemudian ada pihak Istana yang memberi tahu. Ternyata mereka sudah keliling mencari sapi di Banyumaa tetapi tidak ada yang sebesar itu. Dan sapi terbesar ternyata ada di tempat saya," katanya.

SAPI PRESIDEN - Sapi Presiden yang diserahkan ke Masjid Wakaf Al Istiqomah, Kauman Lama, Kelurahan Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Timur, Rabu (27/5/2026). Sapi tersebut berbobot 1.1 ton. 
SAPI PRESIDEN - Sapi Presiden yang diserahkan ke Masjid Wakaf Al Istiqomah, Kauman Lama, Kelurahan Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Timur, Rabu (27/5/2026). Sapi tersebut berbobot 1.1 ton.  (TRIBUN JATENG/Permata Putra Sejati)

Sapi tersebut sempat disebut sebagai jenis simental.

Namun Ahmad menegaskan sapi miliknya lebih dominan berjenis Limosin.

"Sebetulnya limosin, hanya memang sudah ada sedikit campurannya," ucapnya.

Ia menjelaskan, perbedaan sapi Limosin dan simental dapat dilihat dari bentuk tubuh serta struktur tulangnya.

"Kalau Simental itu tulangnya besar-besar. Kalau Limosin lebih halus, kecil-kecil, tapi lebih keras," jelas Ahmad.

Menurutnya, sapi miliknya memang memiliki sedikit campuran simental yang terlihat dari bagian kepala berwarna putih.

"Kalau Limosin asli itu merah semua. Tapi kalau ini bentuknya, ini lebih identik ke Limosin," lanjutnya.

Ahmad mengatakan, sapi tersebut dirawat secara khusus selama lebih dari satu tahun terakhir.

Perawatannya berbeda dibanding sapi-sapi lainnya di peternakannya.

"Perawatannya memang tidak sama dengan sapi lain. Ada ramuan khusus juga," katanya.

Untuk menunjang pertumbuhan sapi, Ahmad memberikan pakan khusus berupa konsentrat dalam jumlah tertentu setiap hari.

"Sekarang umpamanya empat konsentrat," ujarnya.

Sapi kurban Presiden itu kini berusia hampir empat tahun.

Di peternakannya yang bernama Lembu Wijaya, Ahmad sebenarnya memiliki beberapa sapi berukuran besar lainnya.

Namun sapi yang dibeli Presiden merupakan yang paling besar.

"Yang sebesar ini ada dua. Yang lainnya besar juga, tapi biasa saja," katanya.

Meski dipelihara di Banyumas, Ahmad mengungkapkan sapi tersebut awalnya didapat dari Solo sebelum dirawat di kandangnya di Desa Pernasidi, Cilongok.

Sapi itu akhirnya dibeli oleh Presiden dengan harga Rp128 juta setelah melalui proses negosiasi dengan pihak Sekretariat Presiden.

"Awalnya saya minta Rp135 juta waktu zoom dengan Sekretariat Presiden. Setelah ditawar, akhirnya disepakati Rp128 juta," ungkapnya.

Ahmad mengaku bangga sekaligus bersyukur karena ternaknya dipilih langsung oleh Presiden RI.

"Saya bersyukur sekali kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ternak saya dipilih oleh Bapak Presiden, saya merasa senang sekali dan bangga," tuturnya.

Meski demikian, ada perasaan sedih yang dirasakan Ahmad karena sapi yang dirawatnya selama bertahun-tahun akan disembelih pada Hari Raya Iduladha.

"Sedih sih ada, karena saya yang merawat.Tapi demi kebaikan ya saya ikhlas," pungkasnya. (jti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.