Pelatih Coventry Frank Lampard Terima Pesan Khusus dari Sir Alex Ferguson Usai Raih Gelar Manajer Terbaik Asosiasi Manajer Liga
Agus Firmansyah May 27, 2026 04:54 PM

Pelatih Coventry, Frank Lampard, menerima pesan istimewa dari Sir Alex Ferguson setelah dinobatkan sebagai Manajer Terbaik Tahun Ini oleh Asosiasi Manajer Liga (LMA). Mantan pelatih Chelsea itu meraih penghargaan bergengsi tersebut berkat musim bersejarah bersama Coventry City. Di bawah arahannya, The Sky Blues berhasil menjuarai Championship dan memastikan diri kembali ke kasta tertinggi sepak bola Inggris. Keberhasilan luar biasa ini membuat legenda Manchester United, Sir Alex Ferguson, memberikan ucapan pribadi kepada Lampard.


Lampard meraih penghargaan utama setelah membawa Coventry promosi


Pelatih berusia 47 tahun itu menerima penghargaan Manajer Terbaik LMA sebagai pengakuan atas pencapaiannya bersama Coventry musim ini. Mantan pelatih Chelsea dan Everton tersebut memimpin The Sky Blues menjuarai Championship dengan dominan, mengantarkan klub kembali ke Premier League untuk pertama kalinya sejak tahun 2001.


Prestasinya di pinggir lapangan membuatnya lebih dulu memenangkan penghargaan manajer terbaik divisi Championship sebelum akhirnya menerima Trofi Sir Alex Ferguson sebagai manajer terbaik secara keseluruhan. Upacara penghargaan yang digelar di London itu menyoroti transformasi Lampard terhadap klub asal Midlands tersebut menjadi kekuatan besar di kasta kedua.


Tribute pribadi dari Sir Alex Ferguson


Meski Ferguson tidak dapat hadir dalam acara tersebut karena masih menjalani pemulihan setelah perawatan medis awal bulan ini, mantan pelatih legendaris Manchester United itu tetap memastikan suaranya terdengar. Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, naik ke panggung untuk menyerahkan penghargaan sekaligus membacakan surat pribadi dari Ferguson untuk Lampard.


Tuchel, yang mewakili Ferguson, turut menyampaikan kata-kata dukungan sebelum membaca isi surat tersebut. “Tentu saja acara ini terasa berbeda tanpa kehadiran Sir Alex sendiri, dan kami semua mendoakan agar beliau cepat sembuh sehingga semoga tahun depan bisa kembali hadir di panggung ini,” ujar pelatih The Three Lions kepada para hadirin. “Sampai saat itu tiba, saya mendapat kehormatan untuk membacakan surat ini untukmu, Frank.”


Isi surat tersebut berbunyi: “Kepada Frank, selamat atas pencapaianmu dinobatkan sebagai Manajer Terbaik LMA. Kamu seharusnya sangat bangga atas apa yang telah kamu dan timmu capai. Kepribadianmu sebagai manajer dan pemimpin sangat terlihat dari cara timmu bermain luar biasa musim ini — dengan kepercayaan diri dan keyakinan diri, dan saya sangat menikmati menyaksikannya. Saya tahu dari percakapan denganmu bahwa kamu memiliki kerendahan hati yang besar dan rasa ingin tahu yang tinggi untuk belajar. Saya yakin penghargaan ini akan sangat berarti bagimu, Frank, dan saya mendoakan yang terbaik untukmu di Premier League musim depan.”


Arteta turut meramaikan perayaan


Mikel Arteta juga menjadi salah satu pemenang besar malam itu. Meskipun tengah mempersiapkan diri untuk final Liga Champions yang akan datang, pelatih Arsenal tersebut hadir bersama staf kepelatihannya untuk menerima penghargaan Manajer Terbaik Premier League. Arteta sebelumnya masuk dalam daftar nominasi untuk trofi utama bersama Pep Guardiola, Michael Carrick, Andoni Iraola, Keith Andrews, dan Regis Le Bris.


Penghargaan untuk seluruh lapisan sepak bola


Ajang penghargaan LMA juga memberikan sorotan kepada para pelaku terbaik di sepak bola wanita serta divisi bawah EFL. Pelatih Manchester City, Andree Jeglertz, dinobatkan sebagai Manajer Terbaik Women’s Super League setelah memimpin kampanye bersejarah yang mengakhiri dominasi enam tahun Chelsea atas gelar tersebut, sementara penghargaan WSL 2 jatuh kepada Karen Hills dari Charlton.


Di tingkat EFL, Michael Skubala memenangkan penghargaan League One atas kinerjanya bersama Lincoln City, dan Andy Woodman diakui sebagai Manajer Terbaik League Two setelah membawa Bromley meraih kesuksesan. Namun, malam penghargaan tersebut akhirnya menjadi milik Lampard, yang reputasinya meningkat tajam berkat keberhasilannya bersama Coventry di Coventry Building Society Arena.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.