Ada Cacing Hati pada Sapi di Masjid Baiturrahman Malang, Tapi Daging Layak Dikonsumsi, Ini Alasannya
Eko Darmoko May 27, 2026 05:35 PM

SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Petugas pemeriksa hewan kurban di Masjid Agung Baiturrahman Kepanjen, Kabupaten Malang, temukan cacing hati pada sapi yang telah disembelih, Rabu (27/5/2026).

Namun, daging kurban yang mengandung cacing hati ini masih layak untuk dikonsumsi.

Sebagaimana diketahui, pada hari raya kurban ini, Masjid Baiturrahman menyembelih enam ekor sapi dan sepuluh ekor kambing.

Di antaranya satu sapi berasal dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan satu sapi dari Bupati Malang, Sanusi.

Lainnya berasal dari perorangan maupun patungan masyarakat serta jamaah masjid.

Pada proses penyembelihan ini didampingi oleh dua petugas pemeriksa hewan dari Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Mereka bertugas untuk mengecek kondisi hewan kurban apakah layak dikonsumsi atau tidak.

Baca juga: Bupati Malang Sanusi Salurkan Sapi Kurban Presiden Prabowo ke Masyarakat Desa Pagersari Ngantang

Petugas Pemeriksa Hewan dari Universitas Brawijaya (UB) Malang, Muhammad Thoriqul Isnaini menyampaikan, pemeriksaan hewan kurban dilakukan melalui dua tahapan.

Yakni antemortem (sebelum penyembelihan) dan postmortem (setelah disembelih).

"Pemeriksaan sebelum disembelih itu dari gigi apakah sudah poel atau belum, dicek suhu tubuhnyam kemudian dari kulit ada luka robek atau tidak, dan bagian tanduk juga kami cek," kata Thoriqul.

Kemudian setelah disembelih, petugas juga memeriksa kondisi hati, lambung, hingga limpa.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan adanya cacing hati pada empat sapi.

Namun, cacing yang menginfeksi hati sapi ini masih dalam kategori ringan.

Sehingga, petugas hanya perlu membuang bagian yang terdapat cacing.

Kemudian, dagingnya masih layak untuk dikonsumsi selama dimasak dalam dengan benar.

"Sebenarnya aman-aman aja dikonsumsi manusia selama bagian yang ada cacingnya itu dibuang yang penting direbus dengan matang," tuturnya.

Thoriqul menyebutkan cacing hati berasal dari telur siput yang menempel pada rumput.

Agar organ sapi tidak terinfeksi parasit ini, maka petani harus memperhatikan kondisi rumput sebelum dikonsumsi sapi.

"Rumput yang baru dipotong itu didiamkan dulu minimal enam jam di suhu ruang."

"Sebisa mungkin jangan berikan rumput segar kepada sapi," pungkasnya.

Infeksi cacing hati sangat mengganggu metabolisme sapi.

Parasit ini merusak jaringan organ hati dan menyerap nutrisi darah.

Hal ini menyebabkan gangguan pencernaan, malnutrisi yang berujung pada turunnya bobot sapi.

Baca juga: 2 Sapi Presiden Berbobot 2,4 Ton Disembelih di Kota Batu, Heli Suyanto: Semoga Bermanfaat bagi Warga

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.