Sosok Anton Sinyo, 43 Tahun Jadi Jagal Hewan Kurban di Gorontalo
Fadri Kidjab May 27, 2026 05:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Rumah Potong Hewan (RPH) Tenilo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, tampak ramai pada Rabu (27/5/2026).

Sosok pria lanjut usia tampak mencuri perhatian. Tubuhnya tidak besar dan rambutnya mulai memutih dimakan usia. Namun, gerak tangannya terlihat cekatan saat memisahkan daging, tulang, hingga organ sapi kurban.

Pria itu adalah Anton Sinyo (63), warga Kelurahan Piloloda, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo.

Di antara pekerja lain, Anton terlihat paling senior. Dengan tenang, ia mengarahkan pisau ke bagian-bagian tertentu tubuh sapi, seolah sudah menghapal letak urat, tulang, hingga bagian yang harus didahulukan saat pemotongan.

Sejumlah warga yang menyaksikan penyembelihan beberapa kali mengamati cara kerjanya, terlebih saat Anton ikut menangani sapi bantuan presiden berbobot sekitar 900 kilogram yang menjadi pusat perhatian di lokasi.

Pengalaman panjang membuat Anton tampak tidak kesulitan menangani sapi berukuran jumbo.

Ia mengaku sudah menekuni pekerjaan tersebut sejak puluhan tahun lalu.

“Saya mulai bekerja seperti ini sejak tahun 1983,” ujar Anton di sela waktu istirahat.

Anton bercerita, awalnya ia hanya datang untuk melihat proses penyembelihan hewan kurban. Namun karena sering menyaksikannya, perlahan ia mulai belajar hingga akhirnya mahir.

Sebelum menjadi penjagal berpengalaman seperti sekarang, ia mengaku belajar sedikit demi sedikit dari para senior.

Baca juga: Detik-detik Banjir Muara Bone Gorontalo: Ibu Hanyut ke Laut, 3 Anak Dievakuasi Lewat Jendela

Anton Sinyo
HUMAN INTEREST -- Anton Sinyo (63) saat memotong hewan kurban di RPH Tenilo, Kota Gorontalo, Rabu (27/5/2026). Pria asal Kelurahan Piloloda itu telah menjadi jagal hewan kurban sejak 1983. (TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

“Awalnya hanya lihat-lihat saja dulu, kemudian pelan-pelan mulai belajar,” katanya.

Kini, lebih dari empat dekade berlalu, Anton sudah terbiasa menangani sapi berbagai ukuran, mulai dari yang kecil hingga sapi jumbo bantuan pemerintah.

Bahkan menurutnya, sapi terbesar yang pernah ia tangani adalah sapi bantuan presiden tahun lalu yang bobotnya mencapai 1,1 ton.

Meski demikian, Anton menyebut ukuran bukanlah tantangan utama dalam penyembelihan.

“Biasanya kendala itu bukan ukurannya, tapi liar atau tidaknya itu sapi,” jelasnya.

Pada Iduladha tahun ini, Anton datang bersama empat rekannya untuk membantu pemotongan hewan kurban di RPH Tenilo. Mereka memang sudah cukup lama dipercaya menangani penyembelihan di lokasi tersebut.

“Sudah langganan motong di sini, mungkin sudah sekitar enam tahun terakhir,” ujarnya.

Menurut Anton, pemotongan hewan kurban kemungkinan berlangsung hingga tiga hari ke depan mengingat banyaknya jumlah hewan yang harus diselesaikan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.