Musim Kemarau Mulai Terasa di Riau, BMKG Ingatkan Waspada Potensi Karhutla Meningkat
M Iqbal May 27, 2026 08:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Suhu udara di Provinsi Riau dalam beberapa waktu terakhir terasa semakin panas dan terik, terutama pada siang hingga sore hari.

Kondisi ini mulai menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap potensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), mengingat Riau merupakan salah satu daerah rawan karhutla di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera.

Cuaca panas yang terjadi belakangan ini juga membuat sejumlah wilayah di Riau minim hujan. Kondisi tersebut diperparah dengan mulai masuknya musim kemarau yang menyebabkan lahan, terutama kawasan gambut, menjadi lebih mudah kering dan rentan terbakar.

Koordinator Data dan Informasi BMKG Pekanbaru, Bibin Sulianto, mengatakan saat ini wilayah Riau memang telah memasuki musim kemarau. Selain itu, fenomena El Nino juga diprediksi masih memengaruhi kondisi cuaca dalam beberapa bulan ke depan.

"Saat ini Riau sudah memasuki musim kemarau dan El Nino diprediksi BMKG berada dalam kategori menengah hingga kuat sampai tiga bulan ke depan," kata Bibin saat dikonfirmasi Tribun, Rabu (27/5/2026).

Menurut Bibin, suhu maksimum yang terukur di Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada hari ini mencapai 35,6 derajat Celsius. Meski terasa sangat terik, suhu tersebut masih berada dalam kategori normal untuk wilayah Riau pada periode musim kemarau.

Namun demikian, kondisi cuaca panas yang berlangsung cukup lama tetap perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko munculnya titik panas atau hotspot akibat kebakaran hutan dan lahan.

"Dengan sudah masuknya musim kemarau, masyarakat perlu waspada terhadap peningkatan jumlah titik panas yang dipicu kebakaran hutan dan lahan," jelasnya.

BMKG juga mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan saat siang hari, terutama ketika cuaca sedang terik. Paparan panas berlebih dan sinar ultraviolet dinilai dapat berdampak pada kesehatan apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Selain itu, masyarakat diminta menggunakan pelindung diri seperti masker dan penutup kulit saat beraktivitas di luar ruangan. Warga juga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran sampah rumah tangga maupun membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu karhutla di tengah kondisi cuaca kering saat ini.

Imbauan BMKG Pekanbaru Saat Cuaca Panas dan Musim Kemarau:

*Hindari bepergian atau beraktivitas terlalu lama pada siang hari yang terik

*Gunakan masker dan pelindung kulit untuk mengurangi paparan sinar ultraviolet

*Perbanyak minum air putih agar terhindar dari dehidrasi

*Hindari pembakaran sampah rumah tangga

*Jangan membuka lahan dengan cara membakar

*Waspadai peningkatan titik panas dan potensi kebakaran hutan dan lahan

*Kurangi aktivitas yang dapat memicu api di area lahan kering atau gambut

*Pastikan puntung rokok tidak dibuang sembarangan, terutama di kawasan semak dan lahan kosong

*Segera laporkan jika menemukan titik api atau asap di lingkungan sekitar

*Gunakan pakaian yang nyaman dan mudah menyerap keringat saat beraktivitas di luar ruangan

*Perhatikan kondisi kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia saat cuaca panas ekstrem

*Ikuti informasi dan perkembangan cuaca terbaru dari BMKG secara berkala

(Tribunpekanbaru.com/Alexander)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.