Kena Tipu WO Marwah Rp85 Juta, Resepsi Aldi dan Feny di Bekasi Batal Total Tanpa Katering
Dedi Qurniawan May 28, 2026 01:24 AM

BANGKAPOS.COM - Kisah pilu menimpa pasangan pengantin Aldi (32) dan Feny (32). Momen bahagia yang sudah dinanti-nantikan justru berujung menjadi mimpi buruk setelah mereka menjadi korban penipuan Wedding Organizer (WO) bernama Marwah.

Akibatnya, acara resepsi pernikahan yang seharusnya digelar mewah di Islamic Center Bekasi, Kota Bekasi pada Sabtu (23/5/2026) lalu, batal terlaksana. Gedung kosong tanpa dekorasi, dan sama sekali tidak ada makanan untuk menjamu para tamu undangan.

Hari H Mencekam: Vendor Pulang karena WO Belum Bayar Gedung

Modus penipuan WO Marwah yang berkantor di kawasan Jakarta Garden City (JGC), Jakarta Timur ini adalah dengan menjanjikan paket fasilitas lengkap mulai dari sewa gedung, dekorasi, hingga katering. Pihak WO meminta korban mentransfer uang pembayaran penuh sebesar Rp85 juta jauh-jauh hari.

Namun, tepat satu hari sebelum acara, pemilik WO berinisial R mendadak hilang kontak dan diduga melarikan diri. Pada hari H pernikahan, pegawai vendor dekorasi dan katering sebenarnya sempat datang ke lokasi, namun mereka memilih pulang karena pihak WO belum melunasi pembayaran.

Beruntung, pihak pengelola gedung masih berbaik hati memberikan kompensasi waktu agar prosesi akad nikah Aldi dan Feny tetap bisa berjalan.

"Karena tahu kita korban, dia (pengelola) nyediain fasilitas untuk akad, satu jam dua jam. Alhamdulilahnya, kita tetap berjalan," beber Aldi, Minggu (23/5/2026), dikutip dari TribunJakarta.com.

Tanggung Malu, Keluarga Terpaksa Beli Makanan Mendadak

Selain menanggung kerugian materiil puluhan juta rupiah, Aldi dan keluarga besarnya harus menanggung rasa malu yang luar biasa di hadapan para tamu undangan yang sudah hadir karena katering yang dipesan kosong melompong. Demi menyiasati situasi darurat tersebut, pihak keluarga terpaksa merogoh kocek pribadi lagi untuk membeli makanan dari luar secara mendadak.

"Sama sekali enggak ada makanan. Itu makanan yang ada disediakan untuk tamu dibeli secara pribadi semua yang ada, ya mendadak semua ya. Mendadak semua," jelas Aldi dengan nada kecewa.

Beruntung, tidak semua vendor lepas tangan. Beberapa kru esensial tetap bersedia datang membantu pengantin di area pelaminan darurat untuk akad nikah.

"Pas hari H itu yang ada hanya MUA (make up artist), dia bersedia hadir, datang. Terus sama MC-nya juga bersedia hadir, sama hairdo-nya juga bersedia hadir, satu lagi untuk attire-nya," tuturnya.

Polisi Buru Pemilik WO dan Selidiki Kantor Palsu

Kasus ini telah resmi dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Timur pada Minggu (24/5/2026). Pihak kepolisian pun bergerak cepat melakukan penyelidikan, memeriksa sejumlah saksi, serta melacak keberadaan kantor WO Marwah yang diduga fiktif atau palsu.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Bayu Kurniawan, menerangkan langkah awal yang diambil oleh tim penyidik.

“LP sudah dibuat, otomatis kita melakukan kegiatan penyelidikan terlebih dahulu, kita sudah mengklarifikasi tiga orang saksi, terdiri dari dua korban suami istri, sama satu itu saudara si pengantin perempuan,” paparnya, Senin (25/5/2026).

Polisi juga langsung melakukan verifikasi ke lapangan guna mengecek keabsahan operasional WO tersebut di lokasi JGC.

“Kita mau cek kantornya di JGC seperti apa, katanya kan si korban sempat fitting baju di kantornya di JGC, kita mau cek dulu ke sana, bener nggak ada kantornya di sana,” lanjut AKBP Bayu Kurniawan. (Sumber : Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.