Tragis! Panitia Kurban Tewas Tenggelam Saat Cuci Usus Sapi di Palembang, Tak Sadar Sungainya Dalam
Eri Ariyanto May 28, 2026 01:56 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Peristiwa tragis terjadi di Palembang, Sumatera Selatan, saat seorang panitia kurban dilaporkan tewas tenggelam ketika hendak mencuci usus sapi usai proses penyembelihan hewan kurban berlangsung.

Korban awalnya bersama sejumlah rekannya turun ke sungai untuk membersihkan jeroan sapi yang akan dibagikan kepada warga sekitar.

Namun nahas, korban diduga tidak menyadari kondisi dasar sungai yang ternyata cukup dalam dan memiliki arus yang deras.

Saat proses pencucian berlangsung, korban tiba-tiba terpeleset dan langsung terseret ke bagian sungai yang lebih dalam.

Rekan-rekan korban yang berada di lokasi sempat panik dan berusaha memberikan pertolongan secepat mungkin.

Warga sekitar juga ikut berdatangan ke lokasi setelah mendengar teriakan minta tolong dari para panitia kurban lainnya.

Proses pencarian pun dilakukan dengan melibatkan warga dan petugas terkait hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Kejadian memilukan tersebut sontak membuat suasana Idul Adha berubah duka dan meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga korban maupun warga sekitar.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama ketika tidak mengetahui kondisi kedalaman dan arus air di lokasi.

Baca juga: Heboh Peneliti Palsukan Hasil Riset Demi Jalan-jalan Gratis di Denmark, Mendiktisaintek Ungkap Fakta

Seperti diketahui, insiden pilu tersebut terjadi di aliran anak sungai Jalan Pangeran Ratu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (27/5/2026) siang. 

Panitia kurban bernama Juli Hermanto (40) ditemukan tewas tenggelam saat hari raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Peristiwa tragis itu terjadi sekira pukul 11.30 WIB.

TribunJakarta.com merangkum lima fakta terkait panitia kurban tewas tenggelam:

1. Hendak Bersihkan Usus Sapi

Juli Hermanto (40) diduga tenggelam karena tidak bisa berenang saat hendak membersihkan usus sapi kurban.

Peristiwa naas tersebut bermula ketika warga Jalan Panca Usaha, Kelurahan 5 Ulu ini bersama rekannya, Gunawan (30) dan Mail, pergi ke lokasi kejadian menggunakan bentor. 

Mereka membawa karung berisi usus sapi untuk dibersihkan usai proses pemotongan hewan kurban di rumah kerabatnya.

PANITIA KURBAN TENGGELAM - Seorang panitia kurban bernama Juli Hermanto (40) ditemukan tewas tenggelam di aliran dam jembatan anak sungai, Jalan Pangeran Ratu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. (Sripoku.com/Andi Wijaya)

2. Duga Air Dangkal

Saksi mata sekaligus rekan korban, Gunawan, menuturkan bahwa sesampainya di lokasi, korban awalnya hanya berada di tepian dam. 

Namun, karena menduga airnya dangkal, korban berjalan membawa karung usus tersebut ke area tengah sungai.

"Sesampai di TKP korban awalnya hanya di tepian. Namun, diduga dikira dangkal, korban ke tengah dan langsung tenggelam. Saya tidak sempat menolong karena korban cepat sekali hilang dari permukaan. Kami juga tidak tahu kalau dia tidak bisa berenang," ujar Gunawan, Rabu (27/5/2026).

3. Jasad Korban Berhasil Ditemukan

Pihak keluarga bersama warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi. 

Setelah sekitar satu jam pencarian, jasad korban akhirnya berhasil ditemukan tidak jauh dari titik awal tenggelam pada pukul 12.40 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

4. Korban Tak Bisa Berenang

Kapolsek SU I Palembang, Kompol Heri, melalui Pamapta Polrestabes Palembang, Ipda Ammar, membenarkan adanya insiden kecelakaan air yang menewaskan seorang warga tersebut.

"Benar ada peristiwa orang tenggelam. Korban ke TKP hendak membersihkan usus sapi. Korban mengira dam tersebut dangkal, ternyata dalam, sehingga saat ke tengah korban langsung tenggelam karena diduga tidak bisa berenang," kata Ipda Ammar.

5. Korban Diserahkan ke Keluarga

Kapolsek SU I Palembang, Kompol Heri, melalui Pamapta Polrestabes Palembang, Ipda Ammar, membenarkan bahwa penyebab utama korban tenggelam adalah ketidakmampuannya berenang di perairan dalam.

"Benar, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, korban tenggelam diduga kuat karena tidak bisa berenang. Korban salah memperkirakan kedalaman anak sungai; dikira dangkal, ternyata bagian tengahnya sangat dalam," jelas Ipda Ammar.

Usai dievakuasi dari dasar sungai, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) BARI Palembang guna pemeriksaan medis sebelum akhirnya diserahkan ke pihak keluarga untuk proses pemakaman.

(TribunNewsmaker.com/TribunJakarta.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.