Gebyar 1.000 Hewan Kurban di Serang Dipuji Mendes Yandri, Desa Tematik Peternakan Siap Dikembangkan
Abdul Rosid May 28, 2026 07:07 PM

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan Gebyar Penyembelihan 1.000 Ekor Hewan Kurban di Kabupaten Serang.

Kegiatan yang digelar di Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Ma’mun, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Kamis (28/5/2026), bahkan disebut layak menjadi percontohan nasional.

Menteri Yandri Susanto mengatakan, dukungan tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi antara Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dengan Kurma Farm yang dipimpin Ikhsan beserta jajarannya.

Baca juga: Gebyar 1.000 Hewan Kurban di Serang, Bupati Ratu Zakiyah: Ajarkan Keikhlasan dan Kepedulian Sosial

Kerja sama itu sebelumnya telah dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani langsung oleh Yandri Susanto.

"Kerja sama ini dibangun karena kami ingin melahirkan banyak desa tematik, seperti desa domba, desa sapi, dan desa kambing. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk saat Hari Raya Iduladha. Alhamdulillah, program ini sekarang sudah terealisasi," ujar Yandri saat meninjau langsung kegiatan tersebut.

Menurut politisi PAN itu, Kabupaten Serang dipilih sebagai lokasi pertama di Indonesia karena dinilai paling siap dalam pelaksanaan program tersebut.

Ia mengaku telah memantau seluruh alur kegiatan, mulai dari kedatangan hewan kurban, pemeriksaan kesehatan secara ketat, pelibatan Juru Sembelih Halal (Juleha) yang terlatih, hingga pengawasan dokter hewan untuk memastikan daging aman dikonsumsi masyarakat.

"Pemkab Serang juga memastikan penyaluran daging sampai ke tingkat kepala desa dan tepat sasaran, yaitu untuk masyarakat desil 1 sampai 3 atau kelompok yang paling membutuhkan. Ini bukti koordinasi dan kolaborasi yang berjalan sangat baik," katanya.

Yandri berharap kegiatan tersebut dapat menjadi acuan bagi daerah lain di Indonesia.

Menurutnya, kebutuhan hewan kurban di Indonesia masih sangat tinggi sehingga pola kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta perlu terus dikembangkan.

Lebih lanjut, Yandri menjelaskan program desa tematik saat ini telah berkembang di berbagai daerah di Indonesia.

Beberapa di antaranya meliputi desa ayam petelur, ayam pedaging, ikan nila, lele, buah-buahan, hingga desa pertanian seperti padi dan jagung.

Namun ke depan, pengembangan desa peternakan domba akan menjadi salah satu prioritas karena tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hewan kurban.

"Kami membuka peluang bagi desa-desa yang ingin menjadi desa tematik, khususnya di bidang peternakan seperti domba, sapi, kerbau, maupun kambing. Silakan ajukan proposal ke Kemendes, Insya Allah akan kami proses dan dukung," ujarnya.

Ia menambahkan, program tersebut juga selaras dengan kebijakan Kementerian Haji terkait penyembelihan hewan kurban yang dapat dilakukan di Tanah Suci maupun di Indonesia.

Kondisi itu dinilai membuka peluang besar bagi desa-desa peternakan untuk berkembang dan berkontribusi lebih luas terhadap kebutuhan hewan kurban nasional.

"Intinya, Kemendes akan terus memaksimalkan pelayanan agar desa-desa mampu berproduksi, mandiri, dan menjawab kebutuhan masyarakat," pungkasnya.

Gebyar Penyembelihan 1.000 Hewan Kurban di Kabupaten Serang ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta mampu menghadirkan program yang bermanfaat langsung bagi masyarakat desa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.