Serang (ANTARA) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menargetkan perluasan program desa tematik di seluruh Indonesia, dengan fokus khusus pada pengembangan desa tematik peternakan guna memenuhi tingginya kebutuhan hewan kurban nasional.
Yandri di Serang, Banten, Kamis, menyatakan bahwa saat ini Indonesia telah memiliki beragam desa tematik yang beroperasi, mulai dari desa ayam petelur, pedaging, ikan nila, lele, hingga desa buah-buahan, jagung, dan padi.
"Sekarang memang kita akan lebih tingkatkan lagi untuk desa domba, sapi, maupun kambing. Karena selain untuk kebutuhan harian konsumsi pasar dan katering, kebutuhan di hari puncaknya (Idul Adha) itu sangat banyak," kata Yandri saat kegiatan penyembelihan 1.000 hewan kurban.
Ia menjelaskan, besarnya peluang ekonomi desa di sektor peternakan juga didukung oleh kebijakan penyelenggaraan haji terkait pembayaran Dam yang kini diperbolehkan untuk dipotong dan didistribusikan di tanah air.
Sebagai langkah nyata pemenuhan target tersebut, Kemendes PDT telah menandatangani nota kesepahaman dengan sejumlah mitra strategis guna melahirkan banyak desa peternakan baru. Upaya ini diwujudkan melalui proyek percontohan perdana distribusi hewan kurban yang tengah dijalankan di Kabupaten Serang.
Guna mendorong partisipasi aktif dari pemerintah desa di berbagai wilayah, Yandri memastikan kementeriannya telah menyiapkan skema pendampingan dan bantuan bagi wilayah yang serius ingin mengembangkan potensi peternakan nya.
"Kami alhamdulillah menyiapkan bantuan untuk desa-desa yang ingin menjadikan wilayahnya sebagai desa tematik ternak. Silakan bagi desa yang punya keinginan, buatkan proposal, ajukan ke kami, dan insya Allah bisa kami proses," ujarnya.





