TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kawasan pesisir pantai di Kelurahan Sindulang Dua, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Sulawesi Utara, kini dalam kondisi memprihatinkan.
Berdasarkan pantauan pada Kamis (28/5/2026), pesisir tersebut dipenuhi oleh tumpukan sampah yang sangat kotor.
Kondisi ini lantaran meluapnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano dan DAS Tikala.
Arus sungai membawa aneka jenis sampah menuju Selat Manado, yang pada akhirnya terdampar dan mengotori sepanjang garis pantai Sindulang Dua.
Di lokasi, tampak berbagai macam limbah berserakan.
Mulai dari botol air mineral, ban mobil, busa, botol bir, bangkai, hingga tumpukan kayu berukuran kecil dan besar yang mendominasi sudut pantai.
Keberadaan sampah, terutama balok kayu berukuran besar, mulai mengancam aktivitas ekonomi warga setempat.
Son, seorang nelayan lokal, membeberkan bahwa para nelayan terpaksa memindahkan perahu mereka ke atas tanggul demi menghindari kerusakan.
"Soalnya berbahaya, kayu kayu itu dapat merusak perahu," katanya.
Ia mengungkapkan bahwa benturan dari kayu-kayu besar tersebut sudah beberapa kali merusak lambung perahu warga.
Bagi komunitas nelayan di Sindulang Dua, perahu merupakan aset paling berharga yang mereka miliki untuk menyambung hidup.
"Ini aset pencaharian kami satu satunya, kalau rusak sulit dibayangkan," kata dia.
Selain itu, tumpukan limbah ini merusak keindahan pantai secara drastis.
Son menyayangkan hilangnya agenda kerja bakti dan pengangkutan sampah yang biasanya rutin dilakukan.
Menurutnya, masalah ini terlalu besar jika hanya ditangani secara swadaya oleh warga setempat.
"Kami sering mengangkut sampah itu, tapi tak mungkin hanya kami, ini kan dari laut," katanya.
Sembari berbicara, Son menunjuk ke arah Selat Manado yang airnya telah berubah warna menjadi coklat keruh akibat sedimentasi tanah dan sampah yang hanyut dari hulu sungai.
Kondisi air yang keruh ini membuat para nelayan lumpuh total karena kesulitan mencari ikan.
"Kalau begini sulit cari ikan, karena kotornya hingga ke bawah," kata dia.
Nelayan berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan dan kembali menggalakkan program bersih-bersih pantai yang sebelumnya sempat masif dilakukan, demi memulihkan ekosistem laut dan menyelamatkan mata pencaharian mereka.
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini