TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Setelah senggolan dengan sebuah mobil putih yang hendak belok, sepeda motor itu jatuh. Tiga penumpangnya turut jatuh ke arah tengah jalan, lalu terlindas truk yang melaju di belakang mobil. Kecelakaan maut di Jalan Dharmapala, RT 12, Desa Kebon IX, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, menelan nyawa tiga orang, Kamis (28/5/2026) pagi.
Kecelakaan tersebut melibatkan pasangan suami istri dan anaknya yang naik sepeda motor scoopy, yaitu Wasis Priyono (37) dan Siti Khotijah (35), Akmar Ajro Aroyan (4). Sementara pengemudi mobil bernama Vinta Kurniawati (32), dan pengemudi truk bernama Alwinal (52).
Warga RT 12 Desa Kebon IX, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Bojes, menuturkan kronologi kecelakaan maut yang melibatkan sepeda motor Honda scoopy, mobil minibus sigra, dan truk colt diesel.
Peristiwa tragis tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat kejadian, kondisi arus lalu lintas di lokasi masih relatif sepi.
Bojes menuturkan ketika peristiwa terjadi berada tidak jauh dari lokasi kejadian, tepatnya di Toko Manisan Edi. Dari tempat itu, dia melihat sepeda motor scoopy melaju dari arah RSUD Sungai Gelam menuju Kota Jambi.
Sementara itu, mobil Daihatsu Sigra melaju dari arah Kota Jambi menuju Sungai Gelam dan hendak berbelok ke kanan masuk ke Toko Edi.
Namun, saat hendak berbelok, pengemudi mobil sempat terlihat ragu-ragu karena di sekitar toko terdapat sebuah mobil boks yang teparkir.
"Sepeda motor itu boncengan tiga, ada suami, anak dan istrinya. Motornya melaju cukup kencang, lalu menabrak sisi mobil sigra," ujar Bojes saat ditemui Tribunjambi.com di lokasi kejadian.
Akibat benturan tersebut, pengendara dan penumpang sepeda motor terpental ke kanan, tengah jalan.
Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melintas sebuah truk jenis Colt Diesel. Truk tersebut tidak sempat mengelak maupun berhenti sehingga kecelakaan tidak terhindarkan.
"Jadi, korban jatuh tepat ke bawah ban truk itu, langsung terlindas. Setelah motor menghantam mobil pribadi, korban jatuh ke aspal dan truk lewat, terlindas," tuturnya.
Bojes juga mendengar sopir truk sempat berteriak, "waduh, numbur.", kemudian langsung menghentikan kendaraannya di lokasi kejadian.
"Sopirnya berhenti, tidak melarikan diri. Sementara bawa sepeda motor, saat kami lihat, sudah terkapar, suami, istri, dan anak. Posisi anak berada di tengah," katanya.
Baca juga: Daftar Angsuran KUR BRI 2026 untuk Pinjaman hingga Rp500 Juta selama 1-5 Tahun
Dia mengatakan kondisi pengendara sepeda motor dan penumpang dewasa sudah tidak bernyawa di lokasi, karena mengalami luka berat, terutama di bagian kepala.
Sementara itu, seorang anak yang ikut dibonceng masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan sehingga segera dibawa warga ke rumah sakit terdekat.
"Untuk memastikan meninggal atau tidak, kami menunggu polisi. Tapi anak yang di tengah itu masih ada napas," ujarnya.
Menurut Bojes, warga kemudian membawa anak tersebut ke RSUD Sungai Gelam.
Namun, karena keterbatasan penanganan, korban selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Royal Prima Jambi.
"Sekitar kurang lebih satu jam kemudian, kami dapat kabar anak itu juga meninggal dunia," katanya.
Setelah kejadian warga langsung menghubungi ketua RT setempat dan melaporkannya ke Polsek Sungai Gelam.
Bojes menuturkan proses evakuasi berlangsung cukup lama, sejak pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 09.30 WIB.
"Kendalanya, kami menunggu ambulans dan menunggu polisi datang. Sebelum ada petugas, kami tidak berani menyentuh jenazah," ujarnya.
Selama menunggu, warga hanya menutupi jenazah korban dengan kardus seadanya.
Sekitar satu jam kemudian, petugas dari Polsek Sungai Gelam tiba di lokasi dan proses evakuasi mulai dilakukan.
"Ambulans yang datang hanya satu, sementara korban meninggal ada dua orang. Jadi evakuasi dilakukan bergantian," katanya.
Jenazah pengendara sepeda motor baru dievakuasi sekitar setengah jam setelah jenazah penumpang dewasa.
Saat itu, identitas korban belum diketahui karena kondisi korban sulit dikenali.
"Posisi korban laki-laki tengkurap, wajahnya tidak terlihat. Tidak ada warga sini yang mengenal," ujarnya.
Identitas korban baru terungkap setelah polisi menemukan ponsel korban dan membuka kunci menggunakan sidik jari.
Sekitar pukul 09.30 WIB, polisi berhasil menghubungi pihak keluarga. Seorang keluarga korban bekerja di SPBU di kawasan antara Simpang Ahok hingga Kebon IX.
"Baru diketahui kalau korban warga RT 27 Desa Kebon IX," kata Bojes.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Muaro Jambi, Aiptu Suwondo, menuturkan kecelakaan tragis itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB.
"Korban, Wasis berkendara sepeda motor Honda Scoopy BH 43** IM, istrinya Siti Khotijah dan anak berusia 4 tahun membonceng," ujarnya.
Kecelakaan melibatkan mobil daihatsu sigra BH 11** GP yang dikemudikan Vinta Kurniawanti (32), serta truk mitsubishi colt diesel BH 85** HK yang dikemudikan Alwizal (52).
Berdasarkan keterangan saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi, kecelakaan bermula saat mobil Daihatsu Sigra melaju dari arah Kebon IX menuju Sungai Gelam, sementara truk Colt Diesel berada tepat di belakangnya.
Sesampainya di lokasi kejadian, mobil Daihatsu Sigra diduga berbelok ke kanan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda Scoopy.
Jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tak terhindarkan, sehingga sepeda motor menghantam bagian samping kiri mobil Sigra.
Benturan tersebut mengakibatkan sepeda motor terjatuh ke jalur kanan jalan jika dilihat dari arah Sungai Gelam.
Nahas, pada saat bersamaan truk Colt Diesel yang melaju di belakang tidak sempat menghindar, sehingga melindas pengendara dan penumpang sepeda motor.
Akibat benturan keras tersebut, Wasis Priyono dan Siti Khotijah meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara itu, anak mereka, AA mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke RS Royal Prima Jambi untuk mendapatkan perawatan medis.
Kasus kecelakaan maut ini masih dalam penanganan aparat untuk memastikan unsur kelalaian dan penyebab pasti kecelakaan.
"Kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat bermanuver, terutama di jalan penghubung antarwilayah yang memiliki arus lalu lintas padat dan minim pembatas jalur, agar kecelakaan serupa tidak terulang," ujar Suwondo.
Kawasan Jalan Dharmapala, Kebon IX, Kabupaten Muaro Jambi, dikenal sebagai lokasi yang kerap terjadi kecelakaan lalu lintas.
"Sudah tiga kali kejadian meninggal dunia di sini. Kalau kecelakaan yang mengakibatkan luka-luka sudah tidak terhitung, mungkin lebih dari lima kali,” ucap Rudi, warga.
Dia menduga kondisi jalan yang lurus dan lebar membuat pengendara cenderung memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.
"Jalannya memang pas untuk ngebut. Apalagi di pagi hari, di sekitar toko-toko itu ramai parkir sehingga badan jalan menyempit," ujarnya.
Baca juga: Jual Mobil Curian Rp102 Juta, Oknum Brimob Ini Masih Sempat Berdinas Normal
Selain itu, banyak kendaraan keluar-masuk toko-toko lain di sekitar lokasi.
Faktor lain, kata Rudi, ada lorong masjid yang menjadi akses keluar masuk warga di tengah ruas jalan tersebut.
"Di satu titik, ada simpang warga, sementara di kanan kiri ramai aktivitas toko. Ini yang membuat lokasi itu rawan,” katanya.
Pihak RT setempat sebelumnya telah mengusulkan pemasangan rambu lalu lintas dan polisi tidur kepada pemerintah desa. Namun, usulan tersebut terkendala karena status jalan sebagai jalan lintas.
Sebagai alternatif, warga berharap pemerintah dan kepolisian dapat memasang marka kejut di kawasan tersebut.
"Kami minta ada marka kejut di dua titik, supaya kendaraan mengurangi kecepatan dan kecelakaan bisa dicegah," pungkasnya.
Terkait Kecelakaan
Kronologi
Baca juga: Daftar 10 Komisaris Jenderal Polisi yang Bertugas di Struktur Mabes Polri
Baca juga: Vinta dan Alwizal, 2 Sopir Terkait Kecelakaan Maut di Kebon IX Diamankan ke Polsek Sungai Gelam