selain mendorong daerah, pemerintah saat ini sedang menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi yang akan mulai digulirkan pada Juni 2026

Madiun (ANTARA) - Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian mendorong daerah memperkuat perekonomian berbasis sumber daya lokal agar tetap mampu menjaga perputaran konsumsi masyarakat setempat yang muaranya mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam diskusi bersama Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun bersama organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkot Madiun, Jawa Timur, Kamis, mengatakan sumber daya lokal yang dikembangkan maksimal tidak hanya mendongkrak PDRB daerah, namun juga mampu menjaga ekonomi nasional yang pada kuartal II tahun 2026 oleh pemerintah pusat terus digiatkan.

"Hari ini dengan Kota Madiun, kemarin kita sudah sharing dengan Magetan dan Ponorogo. Kita diskusi bagaimana PDRB di semua daerah wilayah Madiun dan sekitarnya di kuartal II ini tetap terjaga," ujarnya.

Dalam kesempatan itu pihaknya menyatakan bahwa pemerintah pusat menyoroti pentingnya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah agar tetap selaras dengan target nasional di tengah kondisi ekonomi yang dinamis saat ini.

Karenanya ia meminta daerah untuk menguatkan pengelolaan sumber daya yang ada guna menjaga PDRB tetap tinggi. Bisa di sektor pertanian, pariwisata, UMKM, hingga ekonomi kreatif.

"Kuartal pertama pertumbuhan nasional cukup tinggi, 5,61 persen. Alhamdulillah Kota Madiun juga selalu di atas pertumbuhan provinsi maupun nasional, ini yang terus didorong juga daerah lain," katanya.

Susiwijono mengatakan selain mendorong daerah, pemerintah saat ini sedang menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi yang akan mulai digulirkan pada Juni 2026.

Langkah itu dilakukan untuk menjaga konsumsi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 di tengah tantangan geopolitik global, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga perlambatan daya beli masyarakat.

Menurut dia, stimulus yang disiapkan antara lain perpanjangan kebijakan work from home (WFH), diskon tarif transportasi seperti tiket pesawat dan kereta api, hingga percepatan pencairan gaji ke-13 ASN pada awal Juni.

"Jadi memang kita dorong semua target program yang di pusat itu juga sampai ke daerah," katanya.

Susiwijono menilai Kota Madiun memiliki peluang besar untuk berkembang melalui sektor jasa, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

"Kota Madiun potensinya luar biasa, terutama dari sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan beberapa sektor jasa yang cocok untuk didorong," ungkapnya.

Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan momentum peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun pada Juni da Juli nanti hingga berbagai kegiatan wisata urban akan dimaksimalkan untuk menjaga daya beli dan memperkuat ekonomi lokal.

"Banyaknya kegiatan di bulan Juni dan Juli ini tentunya mendorong perputaran ekonomi semakin besar. Apalagi nanti ada stimulan-stimulan dari pemerintah pusat," kata Bagus.

Pemkot Madiun juga menyiapkan konsep wisata baru berbasis identitas daerah sebagai strategi jangka panjang menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

"Agenda rangkaian Hari Jadi Kota Madiun banyak melibatkan pelaku UMKM dan Ekraf lokal. Hal ini tentunya selaras dengan tujuan nasional," tambahnya.

Ia berharap dengan upaya tersebut tak hanya membuka peluang usaha baru, namun sekaligus menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi Kota Madiun di tengah tantangan ekonomi nasional.