TRIBUNMANADO.CO.ID- Tuhan meninggalkan Firmannya dalam bentuk tulisan dalam Alkitab.
Agar kita bisa terus belajar memahami kehendakNya setiap hari.
Berikut renungan harian Kristen berjudul antara nyaman dan cinta.
Baca juga: Renungan Harian Kristen Malam Yohanes 18:38-19:16, Pertarungan Dua Kekuatan
Ditulis oleh Yunus Siang dalam moment of inspiration LPMI.
Firman Tuhan dalam Matius 6:19-24
“Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." Matius 6:24
Banyak orang hidup di antara dua perasaan nyaman dan cinta.
Kisah seorang wanita yang memiliki pacar, tetapi justru sering menghabiskan waktu dengan pria lain karena merasa nyaman, menggambarkan kebingungan hati manusia.
Sekilas terlihat sederhana, namun sebenarnya ini pergumulan yang dalam.
Apakah ini cinta yang terbagi?
Ataukah hanya perasaan nyaman yang disalahartikan? Kita sering mengira nyaman adalah cinta, padahal tidak semua rasa nyaman berasal dari kasih yang benar.
Dalam Matius 6:24, Yesus berkata bahwa tidak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan.
Walaupun konteksnya berbicara tentang Allah dan mamon, prinsip rohaninya sangat jelas hati manusia tidak diciptakan untuk terbagi.
Ketika seseorang mencoba memberi tempat kepada dua tuan, pada akhirnya ia akan lebih mengasihi yang satu dan mengabaikan yang lain.
Ini berlaku juga dalam hubungan.
Ketika hati dibagi antara dua orang, maka sebenarnya tidak ada kasih yang utuh yang ada hanyalah tarik-menarik perasaan yang membingungkan.
Rasa nyaman bisa menjadi pintu masuk, tetapi bukan fondasi cinta sejati.
Nyaman bisa muncul karena perhatian, kebiasaan, atau pelarian dari kekosongan.
Namun cinta sejati selalu menuntut keputusan dan kesetiaan.
Jika seseorang merasa nyaman dengan orang lain sementara ia sudah memiliki pasangan, itu bukan sekadar soal nyaman itu tanda bahwa hatinya mulai terbagi.
Dan seperti yang Yesus ajarkan, hati yang terbagi tidak akan pernah menghasilkan damai, melainkan kebingungan dan kegelisahan.
Karena itu, firman Tuhan mengajak kita untuk memilih dengan tegas.
Cinta sejati tidak hidup di wilayah abu-abu.
Ia jelas, berani berkomitmen, dan menjaga batas.
Jika hari ini kita merasa pusing antara nyaman dan cinta, mungkin itu tanda bahwa kita sedang mencoba melayani dua tuan dalam hati kita.
Kembalilah pada prinsip Firman Tuhan pilih satu, setia pada satu, dan hiduplah dengan hati yang utuh di hadapan Tuhan.
Inspirasi: Nyaman bisa muncul karena perhatian, kebiasaan, atau pelarian dari kekosongan.
Namun cinta sejati selalu menuntut keputusan dan kesetiaan.