TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Banyak orang pernah mengalami kondisi kehilangan selera makan ketika sedang sakit. Makanan favorit yang biasanya terasa lezat mendadak terasa hambar, pahit, bahkan membuat mual.
Kondisi ini tidak hanya dialami orang dewasa, tetapi juga sangat sering terjadi pada anak-anak saat demam, flu, atau mengalami gangguan kesehatan lainnya.
Tubuh yang terasa lemas, mulut pahit, hingga perut tidak nyaman membuat seseorang menjadi enggan makan. Ternyata, kondisi tersebut bukan terjadi tanpa alasan.
Para ilmuwan menemukan bahwa hilangnya rasa lapar saat sakit merupakan bagian dari respons alami tubuh untuk membantu proses pemulihan.
Ketika tubuh terserang penyakit, sistem tubuh akan bekerja lebih keras untuk melawan infeksi, virus, maupun racun penyebab sakit.
Dalam proses tersebut, tubuh mengatur ulang energi agar lebih fokus pada penyembuhan dibandingkan aktivitas lain, termasuk proses pencernaan makanan.
• Pria Penyapu Jalan Ditemukan Meninggal, Polisi Sebut Tidak Ada Kekerasan
Berdasarkan penjelasan yang dikutip dari Psychology Today, rasa lapar dan nafsu makan dipengaruhi oleh bagian otak bernama Nukleus Bed Stria Terminalis (BST). Struktur saraf ini berperan dalam mengatur sinyal lapar dengan berkomunikasi bersama hipotalamus lateral di otak.
BST dapat meningkatkan ataupun menekan rasa lapar tergantung kondisi tubuh seseorang. Saat tubuh sedang sakit, sistem saraf akan mengirim sinyal untuk mengurangi keinginan makan agar tubuh dapat memusatkan energi pada pemulihan.
Akibatnya, seseorang bisa mengalami berbagai gejala seperti sakit perut, perut kembung, suhu tubuh meningkat, batuk, tubuh lemah, hingga lidah terasa mati rasa atau pahit.
Gejala-gejala tersebut sebenarnya merupakan bentuk pertahanan alami tubuh. Tubuh “meminta” kita untuk lebih banyak beristirahat supaya proses penyembuhan berlangsung optimal.
Karena itulah, banyak orang merasa malas makan ketika sakit. Tubuh sedang berada dalam mode pemulihan sehingga energi lebih diprioritaskan untuk melawan infeksi dibanding mencerna makanan berat.
Namun setelah kondisi tubuh mulai membaik dan sistem imun berhasil melawan penyakit, rasa lapar biasanya perlahan akan kembali normal seperti sebelumnya.
Selain kehilangan selera makan, kondisi lain yang sering dirasakan saat sakit adalah mulut dan lidah terasa pahit. Ternyata, hal ini juga memiliki penjelasan ilmiah.
Saat seseorang mengalami demam, suhu tubuh meningkat termasuk suhu di area rongga mulut. Kondisi tersebut membuat mulut menjadi lebih kering karena produksi air liur berkurang dan tubuh lebih mudah mengalami dehidrasi.
Mulut yang kering akan memengaruhi kemampuan lidah dalam mengecap rasa makanan. Akibatnya, makanan terasa berbeda, hambar, atau bahkan pahit.
Tak hanya itu, rasa pahit pada lidah saat sakit juga dipengaruhi oleh zat kimia bernama sitokin. Zat ini diproduksi tubuh ketika sedang mengalami infeksi atau peradangan.
Sitokin akan memengaruhi sel pengecap pada lidah sehingga seseorang merasakan perubahan rasa di mulut, termasuk sensasi pahit yang cukup mengganggu.
• 9 Rumah Sakit di Kota Singkawang Lengkap dengan Alamat, Fasilitas dan Tipe RS
Meski nafsu makan menurun saat sakit, tubuh tetap membutuhkan asupan nutrisi agar proses pemulihan berjalan lebih cepat.
Dikutip dari Science Alert, para peneliti menemukan adanya hubungan antara makanan yang dikonsumsi seseorang dengan kecepatan proses penyembuhan tubuh.
Berbeda dengan beberapa hewan yang cenderung berpuasa ketika sakit, manusia justru membutuhkan makanan bergizi untuk membantu memperkuat sistem imun dan mempercepat pemulihan.
Karena itu, saat sakit disarankan tetap mengonsumsi makanan kaya protein, sayur-sayuran, dan buah-buahan agar tubuh memperoleh vitamin dan mineral yang cukup.
Vitamin C menjadi salah satu nutrisi penting karena membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat pemulihan saat sakit. Buah-buahan seperti jeruk, jambu biji, dan kiwi dapat menjadi pilihan yang baik.
Selain itu, yoghurt juga dianjurkan karena mengandung probiotik yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan sekaligus meningkatkan imunitas tubuh.
Probiotik sendiri merupakan bakteri baik atau jamur sehat yang membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme di saluran pencernaan.
Para ahli juga menekankan pentingnya menjaga asupan cairan selama sakit. Ketika tubuh mendapatkan cairan dan nutrisi yang cukup, proses penyembuhan akan berlangsung lebih optimal dan tubuh bisa kembali pulih lebih cepat.
Karena itu, meskipun nafsu makan menurun saat sakit, usahakan tetap makan dalam porsi kecil namun bergizi agar kondisi tubuh segera membaik.