Persiapan shalat Id dan penyembelihan hewan kurban di Lapas Jogja telah dilaksanakan jauh-jauh hari, mulai dari hewan kurbannya, kemudian pelaksanaan shalat Idul Adha, dan kami putuskan pelaksanaannya di lapangan tenis Lapas Yogyakarta yang cukup rep
Yogyakarta (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta atau Lapas Wirogunan tahun ini melaksanakan penyembelihan hewan kurban bersama dengan warga binaan dengan mengundang musisi untuk menghibur penghuni lapas.
Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Marjiyanto, di Yogyakarta, Kamis, mengatakan rangkaian kegiatan yang diadakan di dalam Lapas di antaranya shalat Idul Adha berjamaah dan penyembelihan hewan kurban selama tiga hari.
“Persiapan shalat Id dan penyembelihan hewan kurban di Lapas Jogja telah dilaksanakan jauh-jauh hari, mulai dari hewan kurbannya, kemudian pelaksanaan shalat Idul Adha, dan kami putuskan pelaksanaannya di lapangan tenis Lapas Yogyakarta yang cukup representatif,” kata Marjiyanto.
Ia mengatakan tahun ini Lapas Yogyakarta menyembelih tiga ekor sapi dan delapan ekor kambing yang didapatkan dari partisipasi warga binaan, keluarga warga binaan, dan petugas lapas.
"Penyembelihan dilakukan bertahap selama tiga hari, yakni hari pertama satu ekor sapi dan tiga ekor kambing, hari kedua satu ekor sapi dan empat ekor kambing, serta hari ketiga satu ekor sapi dan satu ekor kambing," katanya.
Kegiatan penyembelihan hewan kurban, lanjutnya, dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari pembinaan spiritual warga binaan yang tinggal di Lapas untuk memberikan kesempatan melaksanakan perintah Allah.
"Makna dari peringatan Idul Adha ini agar kita taat kepada perintah Allah dan meneladani para nabi,” kata dia.
Dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, lanjut dia, Lapas Yogyakarta menggandeng petugas dari dinas terkait untuk melakukan pemeriksaan post-mortem terhadap organ dalam hewan kurban, meliputi hati, limpa, dan paru-paru guna memastikan kelayakan konsumsi daging kurban.
"Secara garis besar di hari kedua ini lancar, ada organ hati pada satu ekor sapi terindikasi tidak sehat dan organ itu telah dimusnahkan," katanya.
Gitaris grup band Jikustik Ardi Nurdin yang diundang untuk menghibur para penghuni lapas mengatakan kegembiraannya bisa datang secara langsung untuk menyaksikan kegiatan para penghuni Lapas Yogyakarta.
“Ini adalah kali pertama saya masuk ke Lapas Jogja, ternyata jauh dari yang saya bayangkan, di dalam suasananya seperti di perumahan," kata pria yang akrab dipanggil Dadik Jikustik itu.
Menurutnya, kegiatan di dalam lapas selayaknya di lingkungan masyarakat pada umumnya, seperti kegiatan keagamaan yang ada di masjid lapas.
“Saya senang sekali bertemu sedulur-sedulur yang ada di dalam, mereka tampak antusias bersama-sama memotong daging kurban," katanya.





