TRIBUNKALTARA.COM - Presiden Inter Milan, Giuseppe Marotta belum puas dengan raihan double winner, bos Nerazzurri itu bertekad balas dendam, raih trofi Liga Champions.
Musim ini, pria yang akrab disapa Beppe Marotta itu untuk kali pertama memenangkan Scudetto dan Coppa Italia sebagai presiden klub.
Namun gelar double winner yang diraih Inter Milan belum cukup membuatnya merasa puas.
Marotta kini memimpikan trofi Liga Champions, turnamen yang selalu gagal ditaklukkannya.
Rasa penasaran Beppe Marotta terhadap trofi Si Kuping Besar semakin tinggi, lantaran juara Liga Champions telah hampir dekat dalam genggamannya.
Sepanjang kariernya di balik manajemen klub, pria berusia 69 tahun ini telah 4 kali mencapai final Liga Champions (bersama Juventus dan Inter Milan).
Sayang, semuanya berujung kekalahan yang membuat Marotta berambisi menuntaskan dendamnya.
Baca juga: Sebelum Angkat Kaki, Conte Blak-blakan Puji Inter Milan di Depan Presiden Napoli
Setelah meraih gelar juara Liga Italia Serie A dan Coppa Italia, mimpi Beppe Marotta adalah meraih trofi Liga Champions sebagai Presiden Inter Milan.
Hal ini diungkapkan Marotta saat wawancara khusus bersama Dazn, dalam program yang dipandu Giorgia Rossi, Kamis (28/5/2026).
Dalam cuplikan di akun X/@DAZN_IT, Beppe Marotta menegaskan ingin membawa Inter Milan berbicara banyak di Eropa musim depan.
Sejak berada di balik layar Inter Milan, Marotta telah memberikan warna baru bagi klub berjulukan Nerazzurri itu.
Selain kestabilan dari sisi finansial, Marotta juga jitu dalam perekrutan pemain murah dan berkualitas.
Musim depan, pria kelahiran Varese, Italia berambisi membentuk skuad yang layak untuk bersaing di Liga Champions.
Ini menjadi prioritas utama karena musim sebelumnya Nerazzurri secara mengejutkan tersingkir lebih awal di playoff melawan tim medioker, Bodo/Glimt.
"Tujuan berikutnya kami? Kami ingin mencapai sesuatu di Eropa tahun depan. Kami ingin menaikkan standar kami dan menjadi ambisius," kata Marotta.
Baca juga: 4 Momen Pesta Scudetto Inter Milan yang Bikin AC Milan Dongkol, Thuram Paling Curi Perhatian
Ketika mendengarkan anthem Liga Champions, ambisi Marotta bergejolak untuk membawa Si Kuping Besar pulang ke lemari trofi Nerazzurri.
Kali terakhir piala tersebut mampir ke Stadion Giuseppe Meazza, terjadi di era Treble Winners Presiden Massimo Moratti.
"Ini adalah musik yang pertama kali kudengar membuatku menangis. Aku sudah mencapai 4 final dan tak memenangkan satupun, mencapai final-final ini adalah sesuatu yang luar biasa menggairahkan," ujar Beppe Marotta.
Final Liga Champions pertama Marotta terjadi saat ia masih berstatus Direktur Olahraga Juventus pada 2014/2015.
Saat itu, Juventus yang diperkuat Carlos Tevez, Andrea Pirlo, dan Paul Pogba harus mengakui keunggulan Barcelona era trio MSN.
Juventus takluk dengan skor 1-3 di Olympiastadion Berlin.
Dua tahun setelah kegagalan itu, Beppe Marotta dan Juventus kembali ke panggung final Liga Champions.
Namun skuad Bianconeri yang dihuni Mario Mandzukic, Gonzalo Higuain, dan Paulo Dybala tak berkutik dihajar trio BBC milik Real Madrid dengan skor akhir 1-4.
Setelah meninggalkan Juventus, Beppe Marotta menerima pinangan Inter Milan sebagai CEO.
Nerazzurri kemudian melaju ke final Liga Champions 2022/2023 di Istanbul.
Baca juga: 4 Fakta Inter Milan Juara Coppa Italia usai Tundukkan Lazio, Chivu Ukir Sejarah
Lagi-lagi Marotta harus melihat Si Kuping Besar melayang ke tangan lawan, Inter Milan takluk 0-1 dari Manchester City.
Musim lalu menjadi kenyataan paling pahit bagi Beppe Marotta yang telah menjabat Presiden Inter Milan.
Inter dihajar PSG lima gol tanpa balas, yang membuatnya kembali harus mendapat medali perak Liga Champions.
"Liga Champions adalah sebuah mimpi, karena saya menghormati lawan-lawan. Sebuah tujuan sebagai manajer dan sebagai orang yang harus memberikan tujuan dan masukan kepada tim," ucap Marotta.
Setidaknya, 4 kekalahan di final tersebut menjadi gairah baru bagi Marotta yang bertekad mewujudkan mimpinya bersama Inter Milan sebelum meninggalkan sepak bola.
"Kami memulai kembali dengan kemauan yang sama seperti tahun-tahun ini, Inter harus kembali ke final untuk ketiga kalinya, saya sangat berharap para pemain memberikan trofi ini kepada saya setelah 4 final yang kalah. Saya sangat berharap bisa mengangkatnya sebelum pensiun," ungkapnya.
(*)
(TribunKaltara.com/ Cornel Dimas Satrio K)