TRIBUN-MEDAN.COM - Momentum Hari Raya Idul Adha tahun 2026 menjadi momen penuh makna bagi masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara.
Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menyerahkan bantuan hewan kurban berupa satu ekor sapi kepada Batalyon Infantri TP 906/Sanalenggam, Selasa (26/5/2026).
Penyerahan dilakukan di markas sementara batalyon tersebut dan diterima langsung oleh Komandan Batalyon (Danyonif), Letkol Inf Rachmat Shaleh, S.H.
Dalam sambutannya, Bupati Franc menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar ritual Idul Adha, melainkan wujud rasa syukur sekaligus simbol kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dan jajaran TNI.
“Bantuan hewan kurban ini sebagai bentuk rasa syukur kita, dan sebagai simbol kolaborasi antara Pemerintah dan TNI khususnya Batalyon TP 906 yang bermarkas di wilayah Pakpak Bharat. Semoga bermanfaat bagi kita semua,” ujar Bupati Franc.
Pesan ini mencerminkan semangat kebersamaan yang terus dibangun antara pemerintah daerah dan aparat pertahanan demi menjaga stabilitas, keamanan, serta kesejahteraan masyarakat.
Kolaborasi Pemerintah Daerah dan TNI
Batalyon Infantri TP 906/Sanalenggam merupakan satuan yang memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan di wilayah Pakpak Bharat dan sekitarnya.
Kehadiran mereka menjadi mitra penting bagi pemerintah daerah dalam mendukung program pembangunan, terutama di sektor keamanan dan ketertiban masyarakat.
Penyerahan hewan kurban ini menjadi simbol nyata bahwa kolaborasi tidak hanya diwujudkan dalam operasi dan tugas lapangan, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan keagamaan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Idul Adha sebagai Momentum Kebersamaan
Hari Raya Idul Adha selalu identik dengan nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial.
Dengan adanya bantuan kurban dari pemerintah daerah, masyarakat dan prajurit TNI dapat merasakan kebersamaan yang lebih erat.
Hewan kurban yang diserahkan diharapkan dapat dibagikan kepada masyarakat sekitar, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan secara luas.
Selain itu, momentum ini juga memperkuat hubungan emosional antara pemerintah, aparat, dan masyarakat.
Kehadiran Bupati Franc di markas batalyon menunjukkan komitmen bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari dukungan semua pihak, termasuk TNI sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan dan keamanan.
Bupati Franc berharap agar sinergi antara pemerintah daerah dan TNI terus berlanjut, tidak hanya dalam konteks keamanan tetapi juga dalam mendukung program sosial, ekonomi, dan pembangunan.
Dengan semangat Idul Adha, nilai pengorbanan dan kebersamaan diharapkan menjadi landasan kuat untuk membangun Pakpak Bharat yang lebih maju dan sejahtera.
(*/Tribun-medan.com)