TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sekretariat Presiden membatalkan pemakaian sapi kurban Presiden Prabowo bernama Marlboro seberat 1,1 ton untuk warga terdampak bencana di Batu Busuk, Kota Padang.
Tim kepresidenan justru memilih sapi lain bernama Lope seberat 976 kilogram dari peternakan yang sama.
Pemilik peternakan, Jerry Leo Kurniawan menyebut sapi Marlboro miliknya terdapat goresan di bagian paha, sehingga tidak jadi dipinang sebagai hewan kurban Presiden Prabowo Subianto.
Menjelang pemotongan untuk korban bencana di kawasan Batu Busuk, sapi kurban itu diganti dengan berat yang lebih rendah.
Sapi yang disembelih di PLTA Kuranji, Kecamatan Pauh, Kota Padang untuk penyintas bencana mempunyai bobot 976 kilogram dengan nama Lope.
Baca juga: Sempat Telepon Kakak, OB Unand Ditemukan Meninggal Tergantung di Pohon Karet Hutan Kampus
Menanggapi itu, Jerry mengungkapkan alasan Marlboro tidak jadi dipinang dan diganti ke sapi bernama Lope miliknya.
"Marlboro ada goresan di kaki, kata Sekretariat Presiden itu luka saat diceknya, tapi tidak, cuma gesekan dan bulunya lepas," ucapnya, Kamis (28/5/2026).
Meski begitu, ia tidak mempermasalahkan lantaran pihak Sekretariat Presiden menanyakan sapi lain miliknya.
Kemudian, Jerry mengeluarkan dua ekor sapi dari kandang, bernama Panther dengan berat 900 kilo dan Lope dengan bobot 976 kilogram.
"Karena sapi Lope lebih besar dan tidak ada cacat, makanya dipilih untuk sapi kurban Presiden Prabowo di Batu Busuk," sebutnya.
Baca juga: Tambang Emas Ilegal Sumbar Marak Pakai Excavator, Komisi I DPR Minta Aparat Bertindak Tegas
Untuk harganya sendiri, Marlboro sempat disepakati dengan harga Rp98 juta lantaran sesuai dengan bobot dan kriteria sebelum dibatalkan.
Sedangkan Lope dipinang dengan harga Rp94 juta, lantaran memiliki bobot lebih kecil di bandingkan Marlboro.
"Jadi, kurangnya sekitar 4 juta dari Marlboro," pungkasnya.
Pergantian itu dilakukan oleh Sekratriat Presiden, yang sebelumnya menetapkan sapi bernama Marlboro seberat 1,1 ton untuk dibagikan ke penyintas bencana.
Namun, beberapa hari menjelang kurban, sapi itu tidak jadi dipilih dan diganti dengan berat 975 kilogram, lantaran sesuai kriteria yang diinginkan.
Baca juga: Sapi Kurban Presiden di Padang Mendadak Diganti, Panitia Ungkap Alasan Pilih Bobot Lebih Ringan
Sapi yang dipilih bernama Lope, berumur tiga tahun, namun masih di peternakan dan kepemilikan yang sama dengan Marlboro, yakni Jerry Leo Kurniawan.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian Kota Padang, drh. Muthia Hanum mengatakan bahwa pihaknya sebelumnya telah mengajukan sapi terbesar di Kota Padang.
Sapi Marlboro kata dia merupakan yang terbesar, dan saat pencarian dan pemilihan terpilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo Subianto.
"Kita menyeleksi empat sapi, terpilihlah Marlboro, karena melebihi 1 ton," ucapnya saat memberikan keterangan di lokasi pemotongan sapi presiden, di PLTA Kuranji, Kamis (28/5/2026).
Akan tetapi ujar drh Muthia Hanum, pihaknya hanya menyediakan dan memfasilitasi saja. Sedangkan untuk penetapan, sepenuhnya dari Kesekretariatan Presiden.
Baca juga: Hotel Santika dan Amaris Padang Serahkan Sapi Kurban ke Masjid Jihad
Saat melakukan pengecekan ke peternakan sapi di Koto Lua, Kecamatan Pauh pada Jumat (22/5/2026) lalu, dipilih sapi lain bernama Lope dan tidak Marlboro.
"Pergantian ini menurut mereka, kulit Marlboro kurang mengkilap, kalau kita tentu mengutamakan yang paling besar. Akhirnya terpilih sapi bernama Lope," terangnya.
Sementara berat dari Marlboro dan lope berbeda. Marlboro mempunyai bobot 1,1 ton, sedangkan Lope 976 kilogram.
Sekretariat Presiden kata drh. Muthia Hanum tidak lagi terpaut dengan berat besar, yang penting melebihi 900 kilogram.
"Asal kriterianya cocok, bulunya mengkilap, mereka sukanya seperti itu, lalu terjadi kesepakatan, kita tidak mempunyai wewenang," pungkasnya.
Baca juga: Polisi Bongkar Sindikat BBM Bersubsidi di Pasaman Barat, Modus Pakai Panther Tangki Modifikasi
Sapi kurban Presiden Prabowo di Kota Padang disembelih di PLTA Kuranji, kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Kamis (28/5/2026).
Pantauan TribunPadang.com di lapangan sekira pukul 09.45 WIB, sapi presiden sudah disembelih di PLTA Kuranji.
Masyarakat sekitar juga ramai di lokasi menyaksikan proses pemotongan yang tengah berlangsung.
Pemotongan sendiri dilakukan oleh pemilik sapi dan beberapa pekerja di peternakannya.
Mereka terlihat mengenakan baju kaos berwarna ungu, dengan sablon bergambar sapi di dadanya.
Hingga pukul 11.58 WIB, daging masih dopotong dan dimasukan ke dalam kantong plastik serta karung.
Ada delapan karung berisi daging. Satu karungnya, berisi 30 kantong plastik daging sapi kurban presiden.
Baca juga: Diduga Masuk Lagi Saat Api Membesar, Lansia Tewas dalam Kebakaran Rumah di Bukittinggi
Salah satu masyarakat, Anto mengatakan daging sapi kurban presiden nantinya akan dibagikan ke korban terdampak bencana di Kelurahan Lambung Bukit.
Masyarakat dapat mengambilnya di PLTA kuranji, setelah proses pemotongan dan penghitungan daging selesai.
"Jadi disiapkan dulu di dalam karung, nanti masyarakat mengambil di sini," kata dia saat di lokasi.
Kata dia, dalam satu karung berisi 30 kantong sapi kurban presiden. Sedangkan proses pemotongan masih berlangsung hingga kini.
"Pekerja menyiapkan 30 kantong plastik per karung, diikat, nanti dibagikan ke masyarakat," tambahnya. (*)