Tribunnews.com|Drajat Sugiri
SURYAMALANG.COM, - Keputusan mengejutkan bintang voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, yang memilih mundur dari skuad tim nasional untuk edisi tahun 2026, ternyata langsung memicu sorotan tajam dari media Korea Selatan, My Daily.
Dalam ulasannya, media Negeri Ginseng tersebut bahkan menyandingkan nama pevoli berjuluk Megatron itu dengan legenda hidup voli mereka lewat sebutan "Kim Yeon-kyung-nya Indonesia".
Langkah mundur ini diambil Megawati demi fokus pada pemulihan kondisi fisik dan persiapan karier profesional barunya bersama Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea Selatan musim 2026/2027 mendatang.
Megawati memasuki babak baru kariernya dengan seragam Hyundai Hillstate sebagai pemain kuota Asia, setelah tampil impresif selama dua musim bersama Red Sparks.
Selain Megawati, Hyundai Hillstate memilih Jordan Wilson dari Amerika Serikat sebagai outside hitter untuk melengkapi skuad asing mereka.
Baca juga: Smash Megatron Buat Shin Tae-yong Takjub, Ingin Bertemu Megawati Hangestri Bak Punya Kesamaan Nasib
Berbicara soal Megawati, ia awalnya masuk skuad Timnas voli putri Indonesia pilihan Marcos Sugiyama untuk tiga agenda internasional, yakni AVC Nations Cup 2026, SEA V League 2026, dan AVC Continental Cup 2026.
Namun pada 30 April, PBVSI resmi mengumumkan jika Megawati memilih mundur dari Timnas voli putri Indonesia.
Pevoli berjuluk Megatron itu memutuskan mundur setelah mempertimbangkan beberapa hal, termasuk fokus pada karier profesional, kondisi fisik, serta rencana pribadi ke depan.
Hal tersebut lantas menuai sorotan dari salah satu media Korea Selatan, My Daily.
"Mega, yang dikenal sebagai "Kim Yeon-kyung-nya Indonesia" telah memutuskan untuk menangguhkan aktivitasnya bersama tim nasional," tulis My Daily, Rabu (27/5/2026).
Menariknya, Timnas voli putri Indonesia dijadwalkan akan menjalani pertandingan uji coba melawan Timnas voli putri Korea Selatan.
Laga uji coba antara Timnas voli putri Indonesia vs Timnas voli putri Korea Selatan masuk ke dalam agenda yang telah disusun Federasi Bola Voli Korea (KOVO).
Jika tim putri akan melawan Indonesia, Timnas voli putra Korea Selatan akan melakoni laga uji coba melawan Brasil.
Untuk jadwalnya, pertandingan uji coba antara Timnas voli putri Indonesia vs Timnas voli putri Korea Selatan akan digelar setelah kedua tim menyelesaikan partisipasi mereka di AVC Nations Cup 2026 yang bakal berlangsung di Filipina pada 6–14 Juni mendatang.
Baca juga: Megawati Hangestri Terdampak Aturan Radikal di Liga Korea, Hyundai Hillstate Terancam Rugi Besar
Pertandingan persahabatan antara Timnas voli putri Indonesia vs Timnas voli putri Korea Selatan bakal diselenggarakan di Jecheon, Chungcheong Utara, pada periode 23 hingga 26 Juli.
Masih dikutip dari sumber yang sama, seorang pejabat KOVO menyatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi bahwa Megawati tidak akan ambil bagian dalam laga uji coba tersebut.
Meski absen, Megawati kemungkinan akan hadir di Jecheon untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekannya di Timnas voli putri Indonesia.
My Daily menyebut jika pemain kuota Asia termasuk Megawati akan mulai bergabung dengan timnya masing-masing mulai 1 Juli.
Sementara itu, Federasi bola voli Korea Selatan atau KOVO, menjawab usulan dari pelatih timnas voli putri mereka, Cha Sang-hyun, untuk membatasi jumlah pertandingan pemain asing di Liga Voli Korea 2026/2027.
Usulan pembatasan jumlah pertandingan pemain asing, baik Asia dan non-Asia, dimaksudkan Cha Sang-hyun agar pemain lokal mendapatkan kesempatan menit bermain.
Hal ini didasarkan pada penurunan kualitas permainan timnas voli putri Korea semenjak terdegradasi dari Volleyball Nations League atau VNL 2025.
Pelatih berusia 52 tahun ini menilai, ketergantungan tim-tim Liga Voli Putri Korea kepada pemain asing, berdampak negatif terhadap timnasnya.
Walhasil, Cha Sang-hyun pun mendesak KOVO agar menerapkan aturan pembatasan pertandingan bagi pemain asing di Liga Voli Putri Korea.
Baca juga: Resmi! Megawati Hangestri Gabung Suwon Hyundai E&C Hillstate, Pemain Asia Pertama Isi Opposite Utama
Dalam pernyataannya, mantan manajer GS Caltex Seoul KIXX ini menginginkan pemain asing tidak dimainkan sejak fase reguler putaran 4 hingga 6. Baru kemudian di babak play-off hingga grand final, tim-tim yang lolos boleh memainkan pemain asingnya.
Terbaru, menukil dari laman SportsSeoul, Rabu (27/5), KOVO merespons usulan atas diciptakan aturan pembatasan jumlah pertandingan terhadap pemain asing.
KOVO berencana untuk menambah jumlah pertandingan di fase reguler, plus aturan untuk diciptakan rotasi pemain. Dengan demikian, talenta lokal memiliki kesempatan untuk bermain lebih banyak.
Langkah ini diambil sebagai alternatif memenuhi keinginan Cha Sang-hyun, tanpa harus mengorbankan jumlah pertandingan pemain asing.
Sebab, tim-tim Liga Voli Korea membutuhkan jasa pemain asing, untuk bersaing dalam perebutan gelar juara. Sehingga, membatasi jumlah pertandingannya bisa menghadirkan kerugian, baik itu sisi finansial maupun peluang juara.
"Terbaru, ada pengajuan aturan untuk memperluas jumlah pertandingan. Saat ini V-League (Liga Voli Korea) memiliki 36 pertandingan yang terbagi dalam 6 putaran," tulis SportsSeoul.
"Beberapa klub juga menyerukan untuk adanya pertandingan yang dikhususkan rotasi pemain lokal. Misalnya, memainkan tiga hingga empat pertandingan seminggu akan menciptakan lingkungan di mana beragam sumber daya harus dimanfaatkan. Inilah latar belakang di balik prediksi bahwa pemain domestik akan menerima peluang yang lebih luas di berbagai posisi."
Dari ide yang digagas KOVO dan klub, menciptakan kompetisi level dua untuk pemain muda menjadi opsi masuk akal saat ini.
Melansir sumber yang sama, timnas voli putri Korea Selatan paling bermasalah di sektor opposite, yang juga dimainkan oleh Megawati Hangestri Pertiwi.
Kecenderungan tim-tim Liga Voli Putri Korea mengandalkan opposite asing, membuat pemain lokal mereka untuk timnas terbilang minim.
"Posisi yang paling bermasalah adalah opposite spiker. Ini adalah posisi di mana pemain domestik tidak dapat bertahan di V-League. Hampir setiap tim menggunakan pemain asing untuk peran opposite. Kadang-kadang, posisi tersebut diisi oleh pemain kuota Asia," tulis media asal Korea Selatan.
Baca juga: Megawati Hangestri Cs Juara Proliga 2026 Usai Bungkam Gresik Phonska Plus 3-0, JPE Raja Voli Putri
Di posisi opposite, timnas voli putri Korea Selatan mengandalkan Lee Seon-woo, yang merupakan pelapis dari Megawati Hangestri semasa di Red Sparks.
Menjadi sebuah ironi tersendiri ketika opposite nomor satu di Korea Selatan malah hanya sebagai pelapis dari Megawati di level klub.
Layak dinantikan, bagaimana KOVO mengatasi masalah untuk pemain lokal mereka.
Di sisi lain, penambahan jumlah pertandingan di fase reguler, baru akan diterapkan setelah Liga Voli Korea 2026/2027 rampung, karena berkaitan dengan hak siar televisi.
(Tribunnews.com/Tribunnews.com)